Suarasatu.co, Anambas – Puskesmas Tarempa belakangan ini banyak menerima keluhan kesehatan dari para pegawai honorer yang tidak lagi bekerja di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas. Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Puskesmas Tarempa, Apriyanti, pada Senin, 14 April 2025.
Menurut Apriyanti, sejumlah honorer datang ke fasilitas kesehatan dengan gejala seperti daya tubuh yang melemah, sakit kepala, dan pusing. Keluhan ini memuncak terutama menjelang bulan puasa hingga mendekati Hari Raya Idulfitri.
“Paling ramai yang datang pas sebelum puasa dan menjelang lebaran. Ramai datang ke sini keluhan sakit kepala, pusing dan banyak tekanan,” ujarnya.
Dari hasil pemeriksaan lebih lanjut, banyak di antara mereka yang mengalami stres akibat tidak lagi bekerja setelah adanya penataan pegawai non-ASN. Kondisi tersebut menyebabkan mereka kehilangan sumber penghasilan sehingga berdampak pada kesehatan fisik dan mental.
“Kami tidak bisa berbuat banyak, tapi kami kasih obat dan vitamin agar kondisi mereka membaik,” tambah Apriyanti.
Meski demikian, Puskesmas Tarempa tetap memberikan pelayanan terbaik kepada para eks honorer tersebut. Petugas medis juga menjadi tempat curhat bagi mereka yang ingin meluapkan isi hati.
“Kami hanya mendengar saja keluhan mereka, mungkin mereka butuh tempat curhat. Semua kita layani dengan baik, begitu juga pasien lain,” tutup Apriyanti.
Situasi ini menjadi potret nyata dampak sosial dari kebijakan penataan tenaga non-ASN yang memerlukan perhatian lebih, terutama dalam hal pendampingan psikologis dan ekonomi.(Rizky)

















