Suarasatu.co, Anambas – Kabupaten Kepulauan Anambas tahun ini hanya mampu mendistribusikan 75 ekor sapi kurban ke luar daerah, khususnya ke Tanjungpinang dan Bintan. Jumlah tersebut mengalami penurunan signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Bidang Pertanian Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DP3) Anambas, Novrizal. Menurutnya, penurunan permintaan sapi kurban terjadi akibat kondisi ekonomi yang belum stabil di wilayah Kepulauan Riau.
“Tahun-tahun sebelumnya kita mampu distribusikan sapi untuk kurban hampir 200 ekor,” ungkap Novrizal saat ditemui pada Rabu, 4 Juni 2025.
“Faktor kondisi ekonomi, jadi masyarakat tidak banyak berkurban. Jadi permintaan sapi menurun,” lanjutnya.
Meski mengalami penurunan distribusi, Anambas tetap mempertahankan posisinya sebagai daerah lumbung ternak sapi nomor dua di Provinsi Kepulauan Riau, setelah Natuna. Novrizal menegaskan bahwa kualitas ternak sapi dari Anambas tetap dijaga dengan baik.
“Dari dulu sapi kita terkenal bagus, bebas dari penyakit karena rutin divaksin. Kita sebagai daerah nomor dua menghasilkan sapi di Kepri tetap menjaga kualitas,” tegasnya.
Ia juga berharap situasi ini tidak berlangsung lama karena berdampak langsung terhadap para peternak yang mengalami kesulitan dalam menjual ternaknya.
“Semoga kondisi ekonomi segera membaik, agar permintaan sapi kembali meningkat dan peternak bisa beraktivitas normal seperti biasa,” pungkas Novrizal.(Zam)

















