Suarasatu.co, Anambas – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Tarempa menyatakan cuaca di Kabupaten Anambas saat ini telah memasuki musim kemarau.
Menurut Prakirawan BMKG Tarempa, Jumiati Marbun, meski telah memasuki kemarau, cuaca di Anambas tetap sering turun hujan. Hal ini dikarenakan adanya fenomena Madden Julian Oscillation (MJO).
“Fenomena ini sangat berpengaruh terhadap kondisi curah hujan di wilayah yang dilalui, seringkali menyebabkan peningkatan curah hujan di daerah tropis,” jelas Jumiati Marbun, Minggu, (8/6).
Meski hujan masih terjadi, gangguan MJO ini bersifat sementara dan diperkirakan akan berakhir dalam waktu dekat.
“Diperkirakan, akan berakhir pertengahan bulan Juni 2025,” sebutnya.
BMKG juga memprediksi bahwa puncak musim kemarau di Anambas akan terjadi pada bulan Juni hingga September mendatang.
Namun, Jumiati menekankan kemarau tahun ini tidak akan tergolong ekstrem. Kendati demikian, BMKG mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dalam berakfititas apalagi membakar di lahan terbuka.(Zam)

















