Suarasatu.co, Anambas – Kabar gembira bagi para lanjut usia (lansia) di Kabupaten Kepulauan Anambas! Dinas Sosial (Dinsos) setempat memastikan bahwa sebanyak 600 lansia akan segera menerima insentif mulai bulan Oktober. Program ini merupakan realisasi janji politik Bupati Anambas, Aneng dan Wakil Bupati Raja Bayu Febri Gunadian saat kampanye Pilkada 2024 lalu.
Kepala Dinsos Anambas, Usman, menjelaskan bahwa penyaluran insentif akan dilakukan secara efektif pada Desember mendatang. Keterlambatan ini disebabkan adanya proses administrasi yang perlu diselesaikan.
“Insya Allah, pada Desember nanti akan kita salurkan langsung tiga bulan sekaligus. Jadi, setiap penerima akan menerima Rp 1,2 juta untuk bulan Oktober, November, dan Desember,” jelas Usman, Kamis, 25 September 2025.
Usman menambahkan, penerima insentif adalah warga yang memenuhi kriteria, yaitu berusia 60 tahun ke atas, terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), dan tidak menerima bantuan sosial dari program lain.
“Kami sangat berhati-hati dalam menentukan penerima agar insentif ini tepat sasaran. Tidak boleh ada penerima ganda, dan yang berhak menerima benar-benar terbantu,” tegasnya.
Program insentif lansia ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan para orang tua di usia senja. Pemerintah Kabupaten Anambas berkomitmen untuk terus menjalankan program ini hingga akhir masa kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati.
“Insentif ini sudah kita anggarkan hingga tahun 2026. Semoga program ini dapat meringankan beban para orang tua kita,” ujar Usman.
Sementara itu, Bupati Anambas, Aneng menyampaikan rasa syukur atas terealisasinya janji politik tersebut. Ia menilai, program insentif ini adalah wujud nyata kepedulian pemerintah terhadap kesejahteraan lansia.
“Alhamdulillah, janji kampanye kita mulai terwujud. Insentif ini adalah bukti bahwa pemerintah hadir untuk membantu dan menghormati para orang tua kita,” kata Aneng
Bupati juga berpesan kepada Dinsos agar teliti dalam memverifikasi data penerima. Ia menekankan bahwa insentif ini harus sampai kepada mereka yang benar-benar membutuhkan.
“Saya minta Dinsos betul-betul selektif. Jangan sampai ada kesalahan data. Insentif ini harus diterima oleh orang tua yang layak. Bagi saya, menghormati lansia adalah menghargai kehidupan,” pesannya.(*Zm)

















