Staf Ahli Bupati: Pendopo PKMJ Bengkalis Harus Jadi Wadah Pembauran Antarbudaya

0
20

Suarasatu.co, Bengkalis – Bupati Bengkalis Kasmarni, yang diwakili Staf Ahli Bupati Bidang Sumber Daya Manusia (SDM) Johansyah Syafri, meresmikan Pendopo Paguyuban Keluarga Masyarakat Jawa (PKMJ) Kabupaten Bengkalis pada Jumat (12/12/2025). Berlokasi di Jalan Antara Gang Pendopo Desa Wonosari, pendopo yang diberi nama Niti Trisno diharapkan menjadi pusat pelestarian budaya Jawa sekaligus ruang perekat kerukunan masyarakat di Negeri Junjungan.

Ketua PKMJ Kabupaten Bengkalis Masuri menyampaikan rasa syukur atas terwujudnya Pendopo Niti Trisno yang telah diperjuangkan selama satu dekade. Ia menjelaskan bahwa nama pendopo yang bermakna “meniti perjalanan dengan cinta kasih” merupakan buah kerja sama seluruh anggota dan masyarakat yang saling mendukung dalam suka maupun duka.

“Gedung ini bukan hanya untuk orang Jawa. Semua boleh menggunakan. Sesuai filosofi paguyuban, kita bergerak bersama tanpa membedakan satu sama lain,” ujarnya.

Masuri berharap pendopo menjadi pusat aktivitas budaya yang dinamis, dengan pengembangan seni seperti gamelan, reog Ponorogo, dan campursari di Bengkalis. Ia menegaskan bahwa fasilitas ini harus tetap menjadi ruang produktif yang bermanfaat bagi masyarakat luas.

Sementara itu, dalam sambutan yang dibacakan Johansyah Syafri, Bupati Kasmarni menyampaikan penghargaan kepada seluruh pihak yang berkontribusi mewujudkan pendopo. Ia menegaskan bahwa keberagaman etnis di Bengkalis adalah kekuatan strategis pembangunan daerah, sehingga paguyuban lintas suku termasuk PKMJ menjadi mitra penting pemerintah dalam memperkuat harmoni sosial.

 

Johan menekankan bahwa peresmian Pendopo Niti Trisno selaras dengan upaya mewujudkan visi daerah yang bermartabat, maju, dan sejahtera. Ia berharap fasilitas ini tidak hanya menjadi tempat berkumpul warga Jawa, tetapi juga ruang terbuka bagi seluruh masyarakat sebagai bentuk pembauran positif antarbudaya.

 

“Kami berharap PKMJ terus mengembangkan sayap organisasi di berbagai bidang, tidak hanya pelestarian khazanah budaya Jawa namun juga berkiprah dalam penumbuhan ekonomi dan sosial masyarakat. Semoga pendopo ini menjadi tempat melestarikan tradisi, bahasa, kesenian seperti gamelan, wayang, tari tradisional, serta nilai-nilai luhur Jawa yang semakin tergerus perkembangan modern,” pungkasnya.

 

Selain pelestarian budaya, pendopo juga diharapkan menjadi wadah pemberdayaan ekonomi melalui promosi UMKM, kerajinan tangan, kuliner khas, dan potensi wisata budaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pemerintah Kabupaten Bengkalis membuka kolaborasi agar pendopo turut mendukung program pembangunan di bidang pendidikan, kesehatan, dan penguatan ketertiban lingkungan.

 

Peresmian ditandai dengan serangkaian acara yaitu pemukulan gong, penandatanganan prasasti, pemotongan tumpeng, serta penanaman pohon. Hadir dalam kesempatan tersebut Forkopimda, Kepala Perangkat Daerah, Ketua Umum MKA LAMR Kabupaten Bengkalis Datuk Seri Ilham Noer, Ketua DPH LAMR Kabupaten Bengkalis Sri Syaukani Al Karim, Ketua MUI Bengkalis Amrizal, para ketua paguyuban se-Kabupaten Bengkalis, serta sejumlah masyarakat Jawa.(*Anuar)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini