
Suarasatu.co, Anambas – Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Unit VI Anambas menegaskan pentingnya peran serta dan kepedulian semua pihak dalam menjaga kelestarian hutan dan lingkungan hidup, khususnya terkait keberadaan bunga Rafflesia Hasseltii di Kawasan Hutan Batu Tabir, Desa Tarempa Selatan.
Penegasan ini disampaikan menyusul maraknya aktivitas masyarakat yang datang menyaksikan langsung bunga endemik langka tersebut tanpa adanya koordinasi maupun pendampingan dari KPHP Unit VI Anambas.
Aktivitas tersebut bahkan sempat viral di media sosial melalui unggahan foto dan video bersama objek bunga rafflesia.
Kasi Perencanaan dan Pemanfaatan Hutan KPHP Unit VI Anambas, Faizal Rangkuti, mengatakan pihaknya pada prinsipnya tidak melarang masyarakat untuk melihat keberadaan bunga rafflesia.
Namun, sesuai aturan yang berlaku, setiap aktivitas di kawasan hutan harus disertai koordinasi dan pendampingan dari pihak berwenang.
“Yang perlu menjadi perhatian kita bersama, hutan dan lingkungan hidup ini merupakan tanggung jawab bersama yang harus kita jaga,” ujar Faizal saat ditemui, Senin (2/2/2026).
Ia menjelaskan, Rafflesia Hasseltii merupakan spesies endemik asli Kabupaten Kepulauan Anambas yang dilindungi.
Tanaman ini memiliki siklus hidup yang sangat bergantung pada inang tertentu yang berada di Kawasan Hutan Batu Tabir, Desa Tarempa Selatan.
“Kami menekankan kepada masyarakat maupun institusi agar setiap kunjungan ke kawasan tersebut dapat berkoordinasi langsung dengan KPHP Unit VI Anambas serta Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Kepulauan Riau,” jelasnya.
Menurut Faizal, koordinasi ini penting sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan, salah satunya Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1999, yang mengatur bahwa setiap aktivitas di kawasan hutan wajib mendapat pendampingan.
Selain untuk pengawasan, pendampingan juga bertujuan memberikan edukasi dan literasi kepada pengunjung. Hal ini penting mengingat bunga rafflesia memiliki tingkat sensitivitas yang tinggi dan tidak boleh disentuh, apalagi dirusak.
“Berfoto pun harus menjaga jarak. Kami ingin menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, seperti dicopot, dipotong, diambil, atau dipindahkan karena itu bisa merusak dan mengancam kelestariannya,” tegasnya.
Faizal mengakui, pihaknya sempat kecolongan dengan masuknya sejumlah pihak ke lokasi tanpa koordinasi. Beberapa di antaranya telah diberikan teguran.
“Kami sangat menyayangkan kejadian ini dan berharap tidak terulang kembali. Tujuan kami bukan melarang, tetapi menjaga agar tidak terjadi hal-hal yang merugikan semua pihak,” ujarnya.
Selain faktor perlindungan flora, Faizal juga mengingatkan bahwa medan menuju lokasi bunga rafflesia cukup rentan dan berbahaya jika dilalui tanpa pendampingan serta perlengkapan yang memadai.
“Dengan pendampingan, kami bisa memberikan tips, arahan, dan literasi lain agar kunjungan tetap aman,” tambahnya.
Saat ini, keberadaan bunga rafflesia di kawasan hutan produksi tersebut tengah memasuki musim mekar.
Berdasarkan pendataan KPHP Unit VI Anambas, terdapat sekitar 12 titik sebaran bunga yang sedang mekar, menandakan kondisi populasi sedang berada pada puncaknya dan memerlukan pengawasan ekstra.
Senada dengan itu, Plt Kasi Perlindungan KPHP Unit VI Anambas, Kelvin, menuturkan bahwa kawasan hutan tempat tumbuhnya Rafflesia Hasseltii juga sedang dalam proses penetapan sebagai hutan desa.
“Berkas pengusulan sudah kami sampaikan ke BPSKL sejak tahun 2022. Namun hingga kini belum dilakukan survei lapangan karena kendala anggaran,” jelas Kelvin.
Ia menerangkan, skema hutan desa nantinya akan dikelola oleh masyarakat dengan berbagai peruntukan, seperti agrowisata, perkebunan, atau sistem tumpang sari, dengan luas area yang diusulkan sekitar 43 hektare.
Terkait jenis Rafflesia yang ada di Batu Tabir, Kelvin menyebut saat ini masih menunggu hasil penelitian dari Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Tim peneliti telah melakukan pengamatan langsung ke lokasi pada tahun 2024.
“Mungkin setelah hasil penelitian dan hak patennya terbit, barulah informasi resmi mengenai jenis bunga rafflesia yang ada di Anambas ini akan disampaikan kepada kami,” pungkasnya.(Ven)
















