Surasau.co, Anambas – Ada pemandangan yang menyentuh hati di Anambas, Minggu, 12 Oktober 2025. Wakil Bupati Kepulauan Anambas, Raja Bayu Febri Gunadian, tanpa ragu melepas jabatannya dan berbaur dengan warga. Bukan di acara seremonial, tapi di pelataran Masjid Agung Baitul Ma’mur!
Tak ada sekat antara pemimpin dan rakyat. Raja Bayu, yang juga Ketua Umum Masjid Agung, tampak semangat mencabut rumput dan membersihkan halaman masjid. Tangan yang biasa memegang dokumen penting, kini menggenggam cangkul dan sapu lidi.
“Kebersihan masjid ini tanggung jawab kita semua, bukan hanya marbot. Ini rumah Allah!” seru Raja Bayu, menyemangati warga yang hadir.
Aksi ini bukan sekadar bersih-bersih. Ini adalah bukti nyata kepemimpinan yang hadir di tengah masyarakat. Raja Bayu menggandeng Lurah Tarempa, Syamsir, dan Komunitas Yok Lari Kite untuk menggelorakan semangat gotong royong.
“Jarang lihat pejabat turun langsung begini. Ini contoh yang harus ditiru!” ungkap Lurah Syamsir, terinspirasi.
Sementara itu, Ketua Komunitas Yok Lari Kite, Kustiorini, bahkan bertekad menjadikan kegiatan ini agenda mingguan. “Masjid harus selalu bersih dan jadi pusat kegiatan positif,” katany.
Tak hanya bersih-bersih, mereka juga mengecat pagar, merapikan taman, dan mengumpulkan sampah. Semangat kebersamaan begitu terasa.
Raja Bayu ingin membangkitkan kembali budaya gotong royong yang mulai luntur. “Kalau masyarakat kompak, daerah pasti kuat,” tegasnya.
Gotong royong ini bukan sekadar aksi fisik, tapi cerminan kepedulian sosial yang menjadi identitas bangsa. “Anambas punya semangat yang tak kalah dengan daerah lain,” pungkasnya.(*Zm)

















