Suarasatu.co, Anambas – Aktivitas ekspor ikan hidup dari Kabupaten Kepulauan Anambas ke Hong Kong resmi terhenti sejak hampir enam bulan terakhir. Penghentian ini dipicu oleh pengetatan regulasi impor dari pihak Hong Kong serta kendala teknis dalam proses pengiriman.
Kondisi tersebut memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian lokal, terutama nelayan dan pelaku usaha ekspor yang selama ini menggantungkan pendapatan dari pasar ekspor ikan hidup, seperti kerapu, napoleon, dan kakap merah.
“Kami sangat terpukul. Biasanya kami bisa mengirimkan hingga 2 ton ikan segar setiap minggunya ke Hong Kong, tapi sekarang semua terhenti. Ikan jadi menumpuk dan tidak bisa dijual,” ungkap Kadir, seorang nelayan lokal, Rabu, 28 Mei 2025.
Tak hanya itu, harga ikan di pasar lokal pun mengalami penurunan drastis. Para pengepul disebut enggan mengambil banyak ikan karena tidak adanya akses pasar luar negeri. “Kami bingung harus jual ke mana. Kalau terus begini, kami bisa berhenti melaut,” tambah Kadir dengan nada cemas.
Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Perikanan, Pertanian, dan Pangan (DP3) Anambas, Rovaniyadi, menjelaskan bahwa penghentian ekspor disebabkan oleh ketidaksesuaian dokumen karantina dan pengetatan standar mutu oleh otoritas Hong Kong.
“Pemeriksaan administratif yang lebih rumit serta kebutuhan sertifikasi tambahan membuat pengiriman dari Anambas tidak bisa dilanjutkan sementara ini,” ujar Rovaniyadi.
Pemerintah daerah saat ini tengah berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk mencari solusi. Salah satu langkah yang tengah dipertimbangkan adalah mempercepat proses sertifikasi serta membuka akses ke pasar ekspor alternatif di negara lain.
“Kami harap ini segera teratasi, karena Anambas sangat bergantung pada ekspor perikanan untuk menopang ekonomi masyarakat,” pungkas Rovaniyadi.
Hingga kini, belum ada kepastian kapan ekspor ikan hidup dari Anambas ke Hong Kong akan kembali dibuka. Para nelayan dan pelaku usaha pun hanya bisa berharap agar kebijakan dan regulasi dapat segera menyesuaikan kondisi agar roda perekonomian kembali berputar.(Zam)

















