Suarasatu.co, Tanjungpinang – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) melalui Subholding PT Pelindo Multi Terminal, Branch Tanjungpinang, terus mendorong transformasi menyeluruh pada layanan Terminal Penumpang Internasional Pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP). Langkah ini bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan, kenyamanan pengguna, serta kepuasan pelanggan sebagai orientasi utama dalam pelayanan publik kepelabuhanan.
General Manager Pelindo Tanjungpinang, Tonny Hendra Chayadi, yang didampingi Humas Pelindo Tanjungpinang R. Fulltimer H., menyampaikan bahwa transformasi ini merupakan bagian dari program strategis bertajuk “SBP Berbenah 2025”. Program ini fokus pada peningkatan infrastruktur dan digitalisasi layanan pelabuhan secara progresif dan terukur.
Beberapa langkah nyata yang telah dan sedang dilaksanakan dalam kerangka SBP Berbenah 2025 antara lain:
Layanan bagasi gratis bagi seluruh penumpang.
Pengalihan jalur troli barang untuk penumpang tiba agar lebih efisien.
Pengaspalan ulang akses jalan dan jalur pedestrian guna meningkatkan kenyamanan dan keselamatan.
Peremajaan Ponton A dan B di terminal internasional.
Penggantian total jembatan ponton untuk memperkuat konektivitas dari terminal ke kapal.
Digitalisasi layanan melalui sistem PTOS-R (Port Terminal Operating System-Realtime) demi mempercepat proses pelayanan.
Transformasi ini tidak hanya bersifat internal, tetapi juga melibatkan sinergi berbagai pihak, seperti pemerintah daerah, mitra kerja, komunitas maritim, dan stakeholder strategis lainnya di wilayah Kepulauan Riau.
Atas upaya berkelanjutan ini, Terminal Penumpang SBP Tanjungpinang berhasil meraih penghargaan “Predikat Prima Madya” dari Kementerian Perhubungan RI. Pengakuan ini menegaskan posisi SBP sebagai pelabuhan penumpang dengan pelayanan publik yang baik dan profesional di tingkat nasional.
Mulai hari ini, Minggu, 1 Juni 2025, Pelindo secara resmi memberlakukan penyesuaian tarif pass terminal internasional. Tarif baru yang berlaku per orang/sekali masuk adalah, Warga Negara Asing (WNA) dari Rp 60.000 menjadi Rp 100.000 dan Warga Negara Indonesia (WNI) dari Rp 40.000 menjadi Rp 75.000.
Penyesuaian ini dilakukan untuk mendukung peningkatan kualitas layanan dan menyesuaikan dengan kebutuhan operasional serta investasi infrastruktur terminal.
Kendati ada penyesuaian tarif, pantauan di lapangan menunjukkan bahwa aktivitas penumpang internasional, khususnya pada rute Singapura dan Malaysia, tetap berjalan normal dan tertib tanpa gangguan berarti.
GM Tonny Hendra Chayadi menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung proses pembenahan layanan di Pelabuhan SBP.
“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi setulus-tulusnya kepada semua pihak atas dukungan dan partisipasi aktif dalam pembenahan layanan di SBP. Semua ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus berinovasi dan menjaga standar pelayanan prima secara konsisten,” ujarnya.
Pelindo Tanjungpinang berkomitmen untuk terus melanjutkan transformasi secara bertahap dan menyeluruh, dengan tujuan menjadikan Pelabuhan SBP sebagai pelabuhan penumpang unggulan berskala nasional maupun regional.(Anwar)

















