Kisruh Transportasi Online di Batam: Driver Tuntut Kejelasan Sistem di Bandara Hang Nadim

0
21

Suarasatu.co, Batam – Ratusan pengemudi transportasi daring (online), baik roda dua maupun roda empat, menggelar aksi unjuk rasa di Bandara Internasional Hang Nadim Batam pada Sabtu (23/8/2025). Aksi ini merupakan buntut dari insiden sehari sebelumnya, di mana seorang dispatcher Grab di area bandara diduga membatalkan pesanan penumpang secara sepihak, memicu kemarahan dan keresahan di kalangan pengemudi daring Batam.

Erwinsyah Baharuddin, Kepala Bidang Media dan Informasi Aliansi Driver Online Batam (ADOB), menyatakan bahwa tindakan pembatalan order tersebut merupakan bentuk arogansi dan merugikan pengemudi.

“Kami mendengar sendiri bagaimana order pelanggan dibatalkan oleh pihak Grab Bandara langsung dari ponsel penumpang. Ini jelas pelanggaran dan sangat merugikan. Wajar jika teman-teman marah dan resah,” ujar Erwin kepada awak media di lokasi aksi.

Menurut Erwin, sehari sebelum aksi, perwakilan ADOB telah berupaya menemui manajemen Grab Batam untuk meminta klarifikasi. Namun, penjelasan yang diberikan justru memperkeruh suasana.

“Perwakilan Grab, saudara Riyo Ahmad, malah menyatakan bahwa layanan roda dua juga di-lock di area bandara. Padahal, sepengetahuan kami, tidak ada aturan seperti itu. Pernyataan ini justru semakin memanaskan situasi,” jelasnya.

Para pengemudi yang telah menunggu selama empat jam di Bandara Hang Nadim merasa kecewa karena tidak ada perwakilan dari Grab Batam yang hadir, meskipun telah diminta oleh pihak kepolisian.

Selain itu, VP Services Airport Hang Nadim Batam, Bambang Supriyono, bersama pihak Polsek Bandara menemui massa aksi untuk meredakan ketegangan. Bambang berjanji akan menyampaikan permasalahan ini kepada pimpinan.

“Kami berterima kasih kepada rekan-rekan pengemudi karena tetap menjaga kondusivitas. Masalah ini akan kami laporkan ke pimpinan, dan dalam waktu dekat kita akan duduk bersama untuk mencari solusi,” kata Bambang.

Sementara itu, Rahman, dispatcher Grab Bandara yang dituding membatalkan pesanan, menyampaikan permintaan maaf secara terbuka.

“Kami mengakui adanya kekeliruan dan memohon maaf sebesar-besarnya kepada seluruh rekan pengemudi. Kami pastikan kejadian ini tidak akan terulang lagi,” ucap Rahman.

Dalam pertemuan tersebut, ADOB menyampaikan beberapa poin evaluasi, antara lain:

1. Kejelasan titik jemput resmi untuk layanan roda dua di Bandara Hang Nadim.
2. Transparansi dan prioritas akun transportasi online bandara yang dinilai tidak adil.
3. Investigasi dugaan praktik “permainan akun” oleh oknum tertentu di area bandara.

ADOB menuntut penataan ulang sistem transportasi online di area Bandara Hang Nadim agar lebih adil, transparan, dan tidak merugikan pengemudi maupun penumpang. Mereka berjanji akan terus mengawal isu ini hingga ada solusi konkret dari pihak Grab dan pengelola bandara.(**Dani)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini