Suarasatu.co, Bengkalis – Komisi IV DPRD Kabupaten Bengkalis melakukan kunjungan kerja ke Dinas Kebudayaan Provinsi Riau guna membahas strategi pengembangan pariwisata berbasis kearifan lokal.
Diskusi tersebut dihadiri Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Bengkalis, M. Asrya Fadillah, Ketua Komisi IV Irmi Syakip Arsalan, dan anggota lainnya.
Rombongan disambut oleh Plt Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Riau, Hj. Jahrona Harahap, bersama Kabid SPCBP Zul Ikram dan staf terkait.
Ketua Komisi IV, Irmi Syakip Arsalan, menyampaikan bahwa pariwisata kini menjadi sektor andalan perekonomian, termasuk di Indonesia.
Ia menekankan pentingnya penggalian potensi kearifan lokal sebagai pembeda yang mampu menarik wisatawan dengan pengalaman unik.
“Kabupaten Bengkalis memiliki kekayaan budaya Melayu dan potensi alam luar biasa. Tradisi, seni, kuliner, hingga permainan rakyat dapat menjadi daya tarik unik sekaligus mendukung pengembangan ekonomi kreatif,” ujar Irmi.
Hj. Anita, anggota Komisi IV, menyoroti kekayaan tradisi di Bengkalis, seperti tarian suku Sakai dari Desa Kesumbo Ampai, yang memiliki rumah adat dan hutan adat.
Ia berharap agar Dinas Pariwisata Provinsi dapat mendukung pengelolaan potensi ini sehingga masyarakat dapat lebih memanfaatkannya.
Dalam kesempatan tersebut, Syaiful Ardi mengusulkan agar pemerintah provinsi memediasi kolaborasi antara dinas-dinas terkait di seluruh Riau untuk mendukung acara budaya, seperti Mandi Safar, dengan lebih meriah.
Ia juga mengusulkan sinkronisasi jadwal acara budaya untuk meningkatkan daya tarik wisatawan dan mendukung UMKM setempat.
Anggota lain, Samsu Dalimunthe, menyoroti potensi situs bersejarah Perang Dunia II di Kota Duri yang belum dikelola optimal.
Ia menilai situs tersebut dapat menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) jika dikelola dengan baik. Selain itu, pohon Meranti di daerah tersebut dapat dijadikan cagar budaya dengan melibatkan Universitas Riau dan Dinas Kehutanan.
Plt Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Riau, Hj. Jahrona Harahap, menyatakan bahwa pemerintah provinsi telah menyusun kebijakan strategis untuk memajukan kebudayaan, termasuk meminta kabupaten/kota menyusun Pokok-Pokok Pikiran Daerah (PPKD).
Ia mengapresiasi Kabupaten Bengkalis yang telah cepat menyusun PPKD dengan mengidentifikasi tradisi seperti Zapin Meskom, Zapin Api, Kompang, dan Lampu Colok. Hj. Jahrona juga menekankan perlunya dukungan anggaran untuk pelestarian budaya dan verifikasi cagar budaya di tingkat nasional.
Kabid SPCBP Zul Ikram menambahkan bahwa acara budaya di Provinsi Riau melibatkan semua kabupaten/kota dan mengusulkan kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah provinsi dan kabupaten untuk melestarikan kearifan lokal.
Ia juga menyoroti pentingnya membedakan karakter budaya pesisir dan daratan dalam pengembangan kebijakan.
Kunjungan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara Kabupaten Bengkalis dan Provinsi Riau dalam melestarikan kearifan lokal sekaligus memajukan sektor pariwisata berbasis budaya.(*Anuar)

















