Suarasatu.co, Batam – Pembangunan apartemen Azure Suites yang berlokasi di Jalan Nusa Bali, Batam Kota, tepatnya di seberang Rumah Sakit Awal Bros Simpang Laluan Madani, menuai sorotan dari Pemuda Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Kepulauan Riau. Pasalnya, proyek yang sedang dalam proses pembangunan ini diduga tidak dilengkapi dengan alat pelindung diri (APD) bagi para pekerja serta tidak memiliki tanda pengaman atau garis batas yang memadai di sekitar lokasi.
Proyek pembangunan gedung setinggi tujuh lantai ini dianggap membahayakan keselamatan baik bagi para pekerja maupun pengguna jalan di sekitarnya. Hal ini disampaikan langsung oleh Ketua Pemuda ICMI Kepri, Andriansyah.
“Sangat disayangkan, pembangunan apartemen Azure tidak dilengkapi dengan kelengkapan kerja yang layak seperti APD. Selain itu, lokasi pekerjaan sangat dekat dengan jalan umum. Ini sangat berbahaya jika alat berat atau material bangunan terjatuh, bisa mencelakai pengendara yang melintas, terutama pengguna sepeda motor,” ujarnya.
Lebih lanjut, Andriansyah menyoroti tidak adanya pengawasan terhadap proses pembangunan yang sedang berlangsung. Ia mengkritik pihak manajemen Azure Suites yang dinilai lalai dalam memastikan keamanan di lokasi proyek.
“Seharusnya ada pengawas proyek yang memastikan segala sesuatunya berjalan sesuai standar keselamatan kerja. Jangan setelah diberikan izin pembangunan, pihak pengelola malah abai terhadap pelaksanaan di lapangan. Ini bisa membahayakan nyawa pekerja maupun masyarakat sekitar,” tambahnya.
Tak hanya itu, Pemuda ICMI Kepri juga meminta agar dinas terkait segera turun tangan. Mereka berharap pemerintah dapat memberikan teguran tegas kepada pihak pengelola dan mempertimbangkan untuk menghentikan sementara proyek jika tidak memenuhi standar keselamatan.
“Kami sangat menyesalkan sikap pengelola Azure Suites yang tidak memperhatikan aspek keselamatan kerja. Jika situasi ini terus dibiarkan, kami meminta kepada dinas terkait untuk segera menghentikan sementara pembangunan sampai pihak pengelola memenuhi standar keselamatan yang berlaku,” tutup Andriansyah.(**Red)

















