Pendidikan Karakter Jadi Fokus Utama, Kepri Gelar FGD Lintas Sektor

0
21

Surasatu.co, Tanjungpinang – Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Membangun Generasi Beradab di Era Modern: Tantangan Moralitas dan Strategi Pendidikan”. Kegiatan ini bertujuan untuk mencari solusi atas tantangan moralitas yang dihadapi generasi muda di tengah perkembangan teknologi dan globalisasi.

‎FGD yang dilaksanakan di Tanjungpinang ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan di bidang pendidikan, agama, sosial, dan budaya. Para peserta berdiskusi intensif untuk menganalisis problematika moralitas generasi muda, menggali pandangan lintas sektor, merumuskan strategi penguatan pendidikan karakter, serta menyusun rekomendasi kebijakan.

‎”Perkembangan teknologi dan globalisasi membawa dampak besar terhadap perubahan perilaku generasi muda, terutama dalam hal moralitas dan karakter,” ujar salah satu narasumber, Dr. Muhammad Yusuf. HM., M.Ed, pada Senin, Kedai Kopi Toyyib Tanjungpinang, 20 Oktober 2025.

‎Ia menyoroti fenomena seperti menurunnya rasa hormat terhadap guru, meningkatnya kasus kekerasan di lingkungan sekolah, serta penggunaan media sosial yang tidak terkontrol.

‎Para pemantik diskusi lainnya juga memberikan pandangan dari berbagai aspek. Dr. Maryamah, M.Pd.I membahas peran media dalam pembentukan moral dan karakter generasi muda. Safaruddin, M.Pd mengupas tentang pengaruh lingkungan sosial terhadap moralitas anak di era digital.

‎Selain itu, Sumiati, M.Pd menyoroti pentingnya manajemen sekolah berbasis karakter, dan Marsudi, MM mengulas pendekatan psiko-sosial dalam membentuk generasi yang sehat, cerdas, dan beradab.

‎Ia berharap, FGD ini dapat menghasilkan rekomendasi strategis lintas aspek yang akan menjadi masukan bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan pendidikan karakter yang lebih efektif. Kemudian kegiatan ini juga dapat menciptakan komitmen bersama antar pemangku kepentingan untuk memperkuat pendidikan karakter di Provinsi Kepulauan Riau.

‎Salah satu hasil yang diharapkan dari FGD ini adalah terbitnya buku bunga rampai pemikiran tentang tema pembahasan dan hasil FGD, yang dapat menjadi referensi bagi para pendidik dan pemangku kepentingan lainnya, serta melahirkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki moralitas dan karakter yang kuat, serta mampu menghadapi tantangan di era digital dengan bijak.

‎Sementara itu, sebagai host dalam FGD tersebut, Abu Hanifah, S.Ag, MM, menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya pendidikan karakter bagi generasi muda Kepri. Ia menekankan bahwa pendidikan karakter bukan hanya sekadar tambahan dalam kurikulum, tetapi merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan daerah.

‎”Kita tidak hanya ingin menghasilkan generasi yang cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki karakter yang kuat, moralitas yang tinggi, dan mampu berkontribusi positif bagi masyarakat,” ujar Abu Hanifah.

‎Ia juga menegaskan, pentingnya sinergi antara keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam membentuk karakter anak. “Pendidikan karakter tidak bisa hanya dibebankan kepada sekolah. Keluarga dan lingkungan masyarakat juga memiliki peran yang sangat penting,” tambahnya.

‎Abu Hanifah berharap, hasil dari FGD ini dapat menjadi momentum untuk memperkuat pendidikan karakter di Provinsi Kepulauan Riau, sehingga dapat melahirkan generasi muda yang beradab, berakhlak mulia, dan siap menghadapi tantangan di era modern.(*Ian)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini