Suarasatu.co, Bengkalis – Bupati Bengkalis, Kasmarni, melalui Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Johansyah Syafri, menyampaikan harapan agar para santri yang mengikuti Jambore Muslim Dunia (World Muslim Scout Jambore) 2025 dapat menjaga akhlak, disiplin, dan tanggung jawab. Beliau juga berharap mereka mampu mengharumkan nama Kabupaten Bengkalis di kancah internasional.
Harapan ini disampaikan saat pelepasan kontingen santri Kabupaten Bengkalis yang akan berlaga di Buperta Cibubur, Jakarta. Acara pelepasan dipusatkan di Pondok Pesantren Nurul Hidayah Bantan pada Selasa (2/9/2025).
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Bengkalis, kami sangat berterima kasih dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pimpinan pondok pesantren, ustadz-ustadzah, serta guru-guru yang telah mendidik, membina, dan mempersiapkan santri-santri terbaik kita hingga mampu mengikuti ajang internasional ini,” ujar Johansyah.
Ia menambahkan bahwa para santri Bengkalis akan menampilkan keahlian mereka bersama peserta dari 15 negara. Ini adalah kesempatan istimewa dan membanggakan bagi Kabupaten Bengkalis, serta menjadi kesempatan emas bagi para santri untuk bersilaturahmi dan berkumpul dengan peserta dari berbagai negara.
Tahun ini, tiga pondok pesantren dipercaya mewakili daerah, yaitu Pondok Pesantren Nurul Hidayah Bantan, Pondok Pesantren Al-Jauhar Duri, dan Pondok Pesantren Darunnajah Duri.
Johansyah juga menekankan bahwa santri adalah generasi penerus bangsa dan pewaris masa depan daerah serta negara. Melalui jambore ini, mereka tidak hanya belajar berkemah, tetapi juga menjalin ukhuwah islamiyah, memperluas wawasan, memperkuat akhlak, dan menunjukkan kepada dunia bahwa santri Bengkalis mampu bersaing di tingkat internasional.
“Ingatlah, keberangkatan kalian membawa nama baik pondok pesantren, masyarakat, bahkan nama besar Kabupaten Bengkalis. Jagalah akhlak, disiplin, dan tanggung jawab. Tunjukkan bahwa santri Bengkalis bukan hanya cerdas, tetapi juga santun, berbudaya, dan berkarakter,” pesannya.
Ia juga berpesan agar para santri memanfaatkan ajang ini untuk memperluas wawasan dan memperkuat ukhuwah islamiyah dengan peserta dari berbagai negara. Pengalaman ini akan menjadi bekal yang sangat berharga untuk masa depan.
“Jangan pernah takut bermimpi, karena mimpi hari ini adalah kenyataan esok hari. Jadikan pengalaman di jambore ini sebagai bekal berharga. Ingatlah pepatah Melayu, hidup tanpa ilmu ibarat pelita tanpa cahaya, hidup tanpa akhlak ibarat pohon tanpa buah. Jadilah pelita yang menerangi, jadilah pohon yang berbuah manis, yang memberi manfaat bagi banyak orang,” lanjutnya.
Di akhir sambutannya, Johansyah kembali menyampaikan harapan Bupati agar seluruh santri dapat menorehkan prestasi dan membawa hasil yang membanggakan.
“Selamat jalan, selamat mengikuti World Muslim Scout Jambore 2025. Semoga perjalanan ini lancar, penuh berkah, membawa ilmu yang bermanfaat, serta mampu mengharumkan nama Kabupaten Bengkalis di mata dunia,” tutupnya.
Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Hidayah, H. Ahmad Pamuji, menambahkan bahwa peserta Jambore Muslim Dunia dari pondok pesantrennya berasal dari Gerakan Pramuka Gugus Depan 07.009–07.010, dengan jumlah 18 santri putra dan 10 santri putri, didampingi 4 pembina. Selain itu, juga diberangkatkan peserta seni bela diri Tapak Suci yang terdiri dari 17 putra dan 18 putri, dengan pendampingan 5 pelatih.
“Seluruh peserta telah melalui proses seleksi yang ketat, tidak hanya dalam aspek intelektual dan keterampilan, tetapi juga kesiapan mental serta finansial. Mudah-mudahan ini menjadi jihad fisabilillah, bagian dari perjuangan di jalan Allah, terutama dalam mewujudkan generasi emas. Insya Allah, sekecil apa pun yang kita lakukan akan mendapat ganjaran di sisi Allah,” pungkas Ahmad Pamuji.(*Anuar)

















