Wali Kota Tanjungpinang: Program Makan Bergizi Gratis Tanggung Jawab Bersama

0
15

Suarasatu.co, Tanjungpinang – Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, menekankan pentingnya peningkatan komunikasi dan koordinasi antara Korwil Badan Gizi Nasional (BGN) dengan Pemerintah Kota Tanjungpinang dan Forkopimda. Hal ini bertujuan untuk memastikan keberhasilan program makan bergizi gratis (MBG) dan mencegah masalah yang tidak diinginkan.

“MBG adalah program nasional yang memerlukan dukungan dari seluruh elemen pemerintah. Komunikasi dan koordinasi yang baik akan mencegah terulangnya masalah yang terjadi di daerah lain,” ujar Lis saat memimpin rapat evaluasi dan percepatan program MBG di RM Soedoeng Rembulan, Sabtu (27/9).

Rapat tersebut dihadiri oleh Wakil Wali Kota Raja Ariza, Sekretaris Daerah Kota Tanjungpinang Zulhidayat, Kepala Bappelitbang Riono, Kepala Dinas Kominfo Teguh Susanto, perwakilan Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, serta seluruh unsur Forkopimda Kota Tanjungpinang.

Lis menekankan bahwa meskipun Korwil BGN bertindak sebagai pelaksana, program MBG adalah tanggung jawab bersama pemerintah dan Forkopimda. Pemerintah Kota Tanjungpinang akan melakukan pengecekan lapangan ke dapur umum program MBG untuk menjamin standarisasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPT).

“Program MBG ini bukan hanya tentang menyediakan makanan bergizi, tetapi juga tentang memastikan generasi yang sehat. SPPG harus memperhatikan aspek pemeliharaan, sanitasi, kebersihan, higiene personal, penanganan limbah, dan prinsip-prinsip higiene sanitasi pangan,” tegas Lis.

Pemerintah Kota Tanjungpinang akan segera menerbitkan Surat Edaran terkait penyelenggaraan MBG di sekolah-sekolah penerima program. Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Raja Ariza, menyarankan agar Korwil BGN membangun pusat informasi data SPPG MBG untuk pengawasan dan evaluasi yang lebih terstruktur.

Koordinator Wilayah BGN Tanjungpinang, Retno, menyatakan kesiapannya untuk bekerja sama dan menjelaskan pentingnya pemahaman yang benar tentang alur persiapan makanan bergizi gratis, mulai dari pemilihan bahan pangan hingga distribusi.

“Koordinasi antara SPPG dan pihak sekolah menjadi kunci dalam penjadwalan pendistribusian MBG. Edukasi akan terus kami lakukan, termasuk mengenai jam makan pasti bagi anak sekolah, sehingga manfaat gizi benar-benar dirasakan,” jelas Retno.

“Kami berharap BGN terus menjalin komunikasi yang kuat dengan Pemko dan Forkopimda untuk menekan potensi kejadian yang tidak diinginkan di lapangan,” tutup Lis.(*Dani)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini