241 Lansia Anambas Terima Bantuan 2025, Dinsos Optimis Jumlah Naik Tahun Ini

0
88
Petugas pendataan Dinsos PPA Anambas monitoring dan verifikasi lansia penerima Bantuan Sosial, (Foto: dok. Dinsos Anambas)

Suarasatu.co, Anambas – Dari ribuan lanjut usia (lansia) miskin yang terdata di Kabupaten Kepulauan Anambas per tahun 2025, hanya 241 orang yang dinyatakan menerima bantuan sosial dari pemerintah daerah.

Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial dan Fakir Miskin Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPA) Anambas, Era Maulina mengatakan, jumlah tersebut merupakan hasil akhir dari proses verifikasi dan monitoring berlapis yang dilakukan sejak program itu dikeluarkan.

“Data awal menunjukkan terdapat 4.774 lansia miskin. Setelah diverifikasi, jumlahnya menjadi 3.905 orang. Selanjutnya kami sinkronkan dengan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kementerian Sosial hingga tersisa 1.674 orang,

Dari jumlah itu kembali tereliminasi menjadi 666 orang, dan setelah monitoring di lapangan hanya 241 yang memenuhi kriteria penerima bantuan,” jelas Era, saat ditemui, Kamis (5/2/2026) sore.

Menurutnya, bantuan tersebut menyasar lansia miskin yang tidak menerima bantuan dari pemerintah pusat, sejalan dengan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Kepulauan Anambas.

Dalam proses monitoring, Dinsos PPA menemukan berbagai kendala di lapangan. Tidak semua calon penerima dapat ditemui di alamat terdaftar.

“Ada yang sudah meninggal dunia, tidak berada di tempat saat monitoring, pindah domisili, maupun kondisi keluarganya sudah dinilai mampu. Karena itu, kami anggap belum layak menerima bantuan,” ujarnya.

Era menjelaskan, bantuan sosial bagi lansia pada tahun 2025 telah disalurkan pada Oktober, November, dan Desember dengan total bantuan sebesar Rp1,2 juta per orang dan telah diterima seluruh penerima yang memenuhi persyaratan.

Program bantuan tersebut dipastikan berlanjut pada tahun 2026 dengan menggunakan data yang sama. Namun, mekanisme monitoring akan tetap dilakukan setiap kali pencairan bantuan.

“Monitoring seharusnya dilakukan mulai Januari hingga Maret. Namun pada awal tahun ini terdapat kendala anggaran. Jika anggaran tersedia, kami akan segera mengupayakan pelaksanaannya,” kata Era.

Meski demikian, ia optimistis jumlah penerima bantuan pada tahun ini berpotensi bertambah.

“Insyaallah, untuk tahun ini kemungkinan jumlah penerima akan meningkat,” pungkasnya.(Ven)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini