
Suarasatu.co, Anambas – Satu tahun kepemimpinan Bupati Kepulauan Anambas, Aneng dan Wakil Bupati, Raja Bayu Febri Gunadian, diperingati dengan kegiatan silaturahmi bersama seluruh aparatur sipil negara (ASN), Jumat (27/2/2026).
Kegiatan yang dikemas dalam doa syukur bersama tersebut berlangsung sederhana dan khidmat di Masjid Agung Baitul Makmur, Kecamatan Siantan.
Sejumlah ASN, mulai dari staf hingga pejabat eselon II, memenuhi area masjid untuk mengikuti doa bersama serta mendengarkan pidato kepala daerah.
Bupati Kepulauan Anambas, Aneng mengaku bangga atas dukungan seluruh ASN dalam mendorong serta mewujudkan visi dan misi pemerintah daerah.
Menurutnya, kinerja, loyalitas, dan dedikasi pelayanan ASN selama satu tahun terakhir dinilai cukup baik dan memuaskan masyarakat.
“Tanpa dedikasi dan dukungan para ASN, saya tidak yakin Anambas ini ke depan bisa lebih baik. Mari kita melangkah bersama untuk memajukan Anambas,” ujar Aneng dalam sambutannya.
Ia menyebutkan, satu tahun kepemimpinan menjadi pondasi awal dalam membangun arah perubahan.
Sejumlah langkah strategis telah diletakkan, seperti penguatan tata kelola pemerintahan, peningkatan kedisiplinan dan kinerja ASN, percepatan pelayanan publik, serta penetapan program prioritas daerah.
Meski demikian, tantangan tetap ada, mulai dari keterbatasan anggaran, kondisi geografis kepulauan, hingga dinamika regulasi.
Namun, ia optimistis seluruh tantangan tersebut dapat diatasi dengan kerja keras dan komitmen bersama.
“Tantangan tentu ada, mulai dari keterbatasan anggaran hingga kondisi geografis kita yang kepulauan. Tetapi saya yakin, dengan kerja keras dan komitmen bersama, kita mampu mengatasinya,” katanya.
Memasuki tahun kedua kepemimpinan, pemerintah daerah akan memfokuskan program pada peningkatan kualitas pelayanan publik berbasis digital, penguatan ekonomi lokal dan UMKM, optimalisasi pendapatan asli daerah (PAD), serta peningkatan kualitas sumber daya manusia ASN.
Dalam kesempatan tersebut, Aneng juga mengingatkan seluruh ASN agar berhati-hati dalam menjalankan tugas dan kewenangannya.
Ia menegaskan tidak akan mentoleransi praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) di lingkungan pemerintah daerah.
“Kami tidak ingin dan tidak rela di masa kepemimpinan kami ada yang tersangkut kasus korupsi, kolusi, maupun nepotisme. Seluruh ASN harus tegak lurus sebagai abdi negara. Tidak ada lagi sekat-sekat kelompok atau kepentingan tertentu,” tegasnya.
Ia juga memperingatkan agar tidak ada intervensi atau praktik “titip-menitip” dalam birokrasi.
“Kalau ada intervensi dari siapa pun, saya tidak akan segan-segan menindak. Jangan ada lagi menitip-nitip siapa pun. Yang kami butuhkan adalah loyalitas untuk membangun Anambas,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Kepulauan Anambas, Raja Bayu menyoroti kondisi fiskal daerah yang masih terbatas.
Ia menyebutkan, kemampuan keuangan daerah saat ini belum sebanding dengan kebutuhan pembangunan yang terus meningkat.
“PAD kita masih relatif kecil dibandingkan dengan total kebutuhan daerah. Ketergantungan terhadap dana transfer pusat masih sangat tinggi, sementara kebutuhan pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan pelayanan dasar terus bertambah,” kata Raja Bayu.
Menurutnya, kondisi tersebut bukanlah beban, melainkan realitas yang harus dipahami dan dikelola secara bijaksana.
“Dalam situasi seperti ini, yang paling kita butuhkan adalah kebersamaan dan solidaritas birokrasi. ASN harus menjadi contoh profesionalisme dan kedewasaan dalam menyikapi perbedaan. Tidak boleh ada sekat-sekat atau kelompok-kelompok yang melemahkan organisasi,” pungkasnya.(Advertorial/Ven)
















