Lonjakan Arus Balik, PELNI Catat Hampir 27 Ribu Penumpang dalam Sehari

0
18
Arus balik Lebaran 2026, ketibaan penumpang di Pelabuhan Tarempa, Kabupaten Kepulauan Anambas, Selasa,30/3/2026, (Foto: Noven/Suarasatu.co)

Suarasatu.co, Anambas – Arus balik Lebaran 2026 melalui jalur laut mulai mencapai puncaknya.

PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) mencatat jumlah penumpang harian mencapai 27.296 orang pada Senin (30/3/2026), meningkat 34,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 20.304 penumpang.

Direktur Utama PELNI, Tri Andayani, mengatakan capaian tersebut menjadi salah satu titik tertinggi selama masa arus balik tahun ini.

“Hari ini menjadi salah satu hari dengan realisasi penumpang tertinggi selama periode arus balik Lebaran 2026,” ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima Suarasatu.co, Selasa (31/3/2026).

PELNI terus mencatat akumulasi pergerakan penumpang sejak awal periode arus balik.

Hingga 30 Maret 2026, total penumpang mencapai 277.549 orang untuk periode 23 Maret hingga 6 April 2026.

“Kami mencatat total penjualan tiket sepanjang angkutan Lebaran, yakni 6 Maret hingga 6 April 2026, mencapai 594.547 tiket,” kata Tri.

Ia merinci, dari jumlah tersebut sebanyak 541.144 penumpang menggunakan kapal penumpang, sedangkan 53.403 penumpang lainnya menggunakan kapal perintis.

Menurutnya, tren ini menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap transportasi laut.

“Lonjakan penumpang ini mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan PELNI selama arus balik Lebaran,” ujarnya.

Di tengah peningkatan trafik penumpang, PELNI tetap menjaga kinerja operasional. Perusahaan mencatat tingkat ketepatan waktu kapal mencapai 97 persen selama periode angkutan Lebaran.

“Kami memastikan seluruh armada dan kru siap melayani dengan sepenuh hati, dengan prinsip keselamatan sebagai prioritas utama (safety first), nihil kecelakaan (zero accident), serta pelayanan prima (service excellence),” tegasnya.

PELNI juga memperketat pengawasan keselamatan dengan berkoordinasi bersama otoritas pelabuhan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan jumlah penumpang tidak melebihi kapasitas kapal.

“Kami tetap memperhatikan aspek keselamatan pelayaran dan memastikan kapasitas maksimal di atas kapal tidak terlampaui,” katanya.

Sementara itu, pergerakan penumpang di wilayah Kepulauan Riau, khususnya di Pelabuhan Sei Kolak Kijang, Tanjungpinang, turut menunjukkan tren peningkatan.

Kapal Motor (KM) Bukit Raya pada 25 Maret mencatat 1.337 penumpang turun dan 1.008 penumpang naik untuk rute Letung–Blinyu.

Kepala Cabang PELNI Tanjungpinang, Putra Kencana, mengatakan lonjakan penumpang sudah terlihat sejak awal arus balik.

“Pergerakan penumpang pada awal arus balik sudah terlihat signifikan,” ujarnya.

Pada 30 Maret, KM Bukit Raya kembali mencatat angka tinggi dengan 1.261 penumpang turun dan 1.225 penumpang naik untuk rute dari Blinyu menuju sejumlah wilayah, seperti Letung, Tarempa, Natuna, Midai, Serasan, Pontianak, hingga Surabaya.

“Jumlah penumpang yang naik dan turun relatif seimbang, menandakan arus balik berlangsung dinamis,” katanya.

Untuk keberangkatan berikutnya, KM Tidar pada 1 April 2026 telah mencatat 1.757 penumpang dan diperkirakan masih akan bertambah.

“Data sementara menunjukkan jumlah penumpang terus meningkat seiring penjualan tiket yang masih berlangsung,” pungkasnya.(Ven)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini