Suaraaatu.co, Anambas – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas tengah berupaya mempertahankan layanan telekomunikasi di beberapa desa yang terancam kehilangan akses sinyal 4G.
Saat ini, terdapat total 66 titik tower di wilayah perbatasan Anambas, baik yang dibangun oleh operator seluler maupun melalui program pembangunan BTS USO dari BAKTI-KOMDIGI RI.
Namun, berdasarkan surat pemberitahuan dari BAKTI-KOMDIGI Nomor 3104/BUKIT.31.3/KS.01.03/12/2024 tertanggal 31 Desember 2024, sebanyak 9 dari 29 lokasi BTS USO di wilayah Anambas akan dihentikan layanannya. Keputusan ini diambil dengan alasan rendahnya jumlah pengguna (low traffic), adanya cakupan sinyal dari
BTS reguler, serta keterbatasan anggaran BAKTI.
Menanggapi rencana penghentian ini, Bupati dan Wakil Bupati Terpilih Kepulauan Anambas segera menginstruksikan Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (DISKOMINFOTIK) untuk mengajukan permohonan moratorium pemberhentian layanan.
Kepala Dinas Kominfo, Japrizal, mengatakan, pihaknya juga meminta evaluasi ulang terhadap desa-desa yang masih mengalami blank spot, seperti Desa Rewak, Desa Tiangau, Desa Serat, Desa Bukit Padi (sebagian masih mendapatkan sinyal reguler), Desa Munjan (sebagian terjangkau sinyal reguler operator), Desa Belibak (sebagian masih mendapatkan sinyal reguler), Desa Air Putih, Desa Mengkait, dan Desa Batu Belah.
Atas kondisi ini, DISKOMINFOTIK segera berkoordinasi dengan pemerintah desa dan pihak terkait di tingkat pusat agar layanan BTS USO tetap berjalan demi memenuhi kebutuhan telekomunikasi masyarakat di daerah perbatasan.
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas berharap langkah ini dapat menjaga konektivitas warga, terutama di wilayah yang belum sepenuhnya terjangkau jaringan telekomunikasi reguler.(Rizky)

















