
Suarasatu.co, Anambas – Bazar Ramadan yang dipusatkan di kawasan Masjid Agung Baitul Makmur, Kabupaten Kepulauan Anambas, resmi dimulai pada Jumat (20/2/2026).
Kegiatan ini menjadi yang pertama kali digelar secara terpusat oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Anambas guna menata pedagang takjil agar lebih tertib dan nyaman.
Pembukaan bazar dilakukan langsung oleh Wakil Bupati Kepulauan Anambas, Raja Bayu Febri Gunadian yang ditandai dengan pemotongan pita.
Sejumlah stan-stan UMKM yang memenuhi pelataran tampak menjajakan beragam kuliner nusantara hingga makanan tradisional khas daerah.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (DKUMPP) Anambas, Japrizal mengatakan, pemusatan bazar ini merupakan upaya pemerintah untuk menghadirkan sentra jajanan berbuka puasa yang nyaman bagi masyarakat.
“Bazar Ramadan ini kami gelar di kawasan Masjid Agung Baitul Makmur sebagai pusat panganan berbuka atau takjil. Ini pertama kali kami pusatkan di satu lokasi,” ujar Japrizal kepada Suarasatu.co.
Ia menjelaskan, selama ini para pelaku UMKM berjualan secara tersebar di sejumlah ruas jalan setiap bulan Ramadan.
Kondisi tersebut dinilai berpotensi mengganggu ketertiban dan kelancaran lalu lintas.
“Selama ini UMKM takjil tersebar di jalanan. Itu jelas mengganggu kenyamanan dan ketertiban lalu lintas. Karena itu, tahun ini kami tata dan fasilitasi di satu kawasan,” katanya.
Pemkab Anambas, lanjutnya, menyiapkan sedikitnya 14 tenda dan sekitar 30 meja bagi pelaku UMKM. Namun, tingginya antusiasme membuat jumlah tersebut belum mampu mengakomodasi seluruh pendaftar.
“Alhamdulillah, antusias pelaku UMKM sangat tinggi. Bahkan kami kewalahan menyediakan tenda dan meja. Total stan yang terdaftar ada 72, sementara hari ini baru sekitar 40 stan yang buka,” ungkapnya.
Untuk menyiasati keterbatasan fasilitas, pihaknya menerapkan sistem undian bagi pelaku UMKM yang ingin mendapatkan tenda dan meja dari panitia.
“Memang masih terbatas karena peminatnya jauh lebih banyak. Oleh karena itu, kami buat sistem undian untuk mendapatkan tenda dan meja. Bagi yang belum dapat, tetap kami sediakan lokasi, tetapi mereka membawa sendiri meja, gerobak, atau tendanya,” jelas Japrizal.
Ia menambahkan, pada hari pertama pembukaan belum seluruh pedagang beroperasi karena faktor cuaca.
“Hari ini memang belum semua pelaku UMKM buka karena terkendala cuaca. Kami perkirakan besok kawasan Masjid Agung Baitul Makmur sudah penuh,” tuturnya.
Bazar Ramadan ini akan berlangsung hingga 15 Maret 2026. Selain menghadirkan aneka kuliner berbuka puasa, kegiatan tersebut juga dimeriahkan dengan pertunjukan musik langsung hasil kerja sama dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan.
“Ini kami kemas sebagai hiburan bagi masyarakat untuk ngabuburit sambil berburu takjil dan menunggu waktu berbuka. Masyarakat juga boleh menyumbangkan lagu di panggung live musik yang disediakan,” pungkasnya.(Ven)
















