Suarasatu.co, Bintan – Akhirnya, penantian panjang masyarakat Kecamatan Mantang terbayar sudah. Dermaga utama yang terletak di Desa Mantang Lama, yang menjadi nadi kehidupan dan akses vital warga pulau, kini resmi berdiri lebih megah dan nyaman. Dinanti selama bertahun-tahun, usulan rehabilitasi dermaga ini akhirnya menjadi prioritas dalam Musrenbang Kecamatan dan langsung direalisasikan pada akhir tahun 2025 lalu.
“Alhamdulillah, dermaga ini telah kita resmikan dan bisa digunakan oleh seluruh masyarakat,” ujar Bupati Bintan Roby Kurniawan dengan penuh semangat. Didampingi Wakil Bupati Bintan Deby Maryanti, Bupati Roby melakukan pemotongan pita tanda peresmian dermaga yang kini diberi nama khas dan berkarakter: ‘Mak Yong’, pada Sabtu, 21/2/2026.
Kegiatan ini menjadi bagian manis dari rangkaian Safari Ramadan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan di Kecamatan Mantang. Dalam kesempatannya, Roby mengakui bahwa masih banyak pekerjaan rumah (PR) yang harus diselesaikan di wilayah tersebut, mulai dari akses jalan lingkar, fasilitas umum lainnya, hingga kehadiran Kapal Puskesmas Keliling untuk layanan kesehatan.
“Memang masih banyak PR lain, namun fokus utama dan prioritas kita tetap kita arahkan ke perbaikan dermaga utama ini karena merupakan akses yang sangat vital. Sudah bertahun-tahun masyarakat menantikan dermaga ini bisa dioptimalkan. Alhamdulillah bisa kita realisasikan dan semoga memberi manfaat besar bagi semuanya,” tegas Roby.
Kini, dermaga kebanggaan warga Mantang ini tak hanya kokoh, tapi juga jauh lebih nyaman. Dilengkapi dengan gedung ruang tunggu yang representatif, fasilitas kursi tunggu, pagar pembatas, hingga toilet umum yang bersih, mobilitas sehari-hari masyarakat dipastikan akan jauh lebih menyenangkan dan tertib.
Satu hal yang membuat dermaga ini semakin istimewa adalah namanya: ‘Mak Yong’. Nama ini bukan sekadar label, melainkan sebuah kebanggaan budaya yang tak asing bagi warga Mantang, bahkan hingga ke tingkat regional dan internasional. Mak Yong adalah seni teater tradisional Melayu asli Mantang yang terus dilestarikan turun-temurun.
Uniknya, meski seni ini juga ada di Malaysia dan Thailand selatan, Mak Yong di Mantang adalah satu-satunya yang khas dengan penggunaan topeng dan sangat identik dengan tokoh legendaris bernama Awang.
Sebagai penutup, Bupati Roby menyampaikan pesan tulus kepada seluruh masyarakat Mantang. Ia berharap aset berharga ini bisa dijaga dan dipelihara bersama-sama agar manfaatnya bisa terus dirasakan oleh generasi mendatang.
“Pesan kami, jaga dan rawat fasilitas ini sebaik mungkin. Ini milik kita bersama dan menjadi tugas kita bersama untuk menjaganya agar bisa terus dimanfaatkan oleh masyarakat luas,” pungkas Roby.(*Dani)

















