Hampir 300 Ton Air Bersih Disediakan Pemkab Bintan untuk Warga Terdampak

0
15

Suarasatu.co, Bintan – Lebih dari 150 ton air bersih mulai disalurkan oleh 15 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Bintan kepada warga terdampak kekeringan di hampir delapan kecamatan.

Hal ini merupakan tindak lanjut dari arahan Bupati Bintan Roby Kurniawan saat memimpin Rapat Koordinasi bersama Forkopimda dan Pejabat Daerah (FKPD).

Respons ini menjadi langkah awal jangka pendek untuk memenuhi kebutuhan air bersih akibat kekeringan. Seluruh OPD bergotong-royong untuk menyalurkan air bersih sesuai dengan lokasi dan jadwal yang telah disusun. Penyaluran akan berlanjut pada hari berikutnya oleh 14 OPD lainnya dengan tetap menyasar kecamatan-kecamatan terdampak.

“Hari ini dan besok kita terus salurkan air bersih, semua OPD diporsi minimal 10 ton air bersih, sehingga dua hari kedepan akan terdistribusi hampir 300 ton air bersih. Setelah penyaluran besok, kita akan melakukan evaluasi dan kemungkinan akan dilakukan penyaluran lagi secara bertahap. Prinsipnya kita lihat skala prioritas, wilayah mana yang paling terdampak dan harus segera disalurkan,” kata Bupati Roby pada Kamis (26/03) di Kantor Bupati Bintan.

Di Bintan, tercatat setidaknya 24.479 Kepala Keluarga (KK) terdampak kekeringan dan kesulitan mendapatkan air bersih. Kondisi yang cukup mengkhawatirkan ini telah membuat volume empat waduk yang menjadi sumber baku air bersih dikelola PDAM menurun drastis bahkan sebagian kering menyeluruh.

Roby menyebut langkah strategis ini menjadi solusi tercepat sembari mempersiapkan beberapa solusi jangka panjang. Ia berharap, upaya ini dapat memberikan manfaat sekaligus mengurangi beban masyarakat terdampak.

“Kami minta juga Lurah, Kepala Desa, hingga RT/RW untuk membantu koordinasi di lapangan. Pastikan warga yang memang membutuhkan benar-benar mendapatkan bantuan. Tantangan besar ini harus kita jawab dengan tindakan konkret dan kolaborasi bersama,” tambah Roby.

Roby juga memastikan bahwa Pemerintah Daerah tengah menyusun formulasi terbaik untuk antisipasi jangka panjang terkait musim kemarau yang rutin terjadi di Bintan pada awal tahun (berdasarkan laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika/BMKG periode Februari-Maret).

“Banyak hal telah kita bahas bersama rekan-rekan FKPD, BMKG, termasuk PDAM, mulai dari penambahan sumber baku waduk hingga pendalaman volume waduk. Prospek ke depan kita persiapkan sebaik mungkin, namun yang terpenting saat ini adalah melakukan aksi jangka pendek untuk saudara-saudara kita yang terdampak,” pungkas Roby.(*Ian)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini