Suarasatu.co, Tanjungpinang – Gubernur Kepulauan Riau H. Ansar Ahmad menghadiri Haul Syekh Khalifah Syihabuddin bin Maulana Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari yang digelar di Masjid Raya Sultan Riau, Pulau Penyengat, Kota Tanjungpinang, Rabu (11/2/2026). Acara dihadiri juga oleh Wakil Wali Kota Tanjungpinang Raja Ariza, serta tokoh agama dan masyarakat Kepulauan Riau.
Haul ulama besar ini rutin diselenggarakan setiap tahun dan menjadi daya tarik spiritual bagi masyarakat berbagai daerah. Tahun ini, ribuan jemaah dari tiga negara Indonesia, Malaysia, dan Singapura memadati kawasan masjid bersejarah tersebut.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan Ayat Suci Al-Quran, Maulid, tahlil, pembacaan manaqib (riwayat hidup), zikir dan doa bersama, serta diakhiri dengan ziarah ke makam Syekh Syihabuddin yang terletak di belakang Masjid Sultan Riau.
Syekh Syihabuddin merupakan ulama besar asal Banjar yang diangkat menjadi Mufti dan Kadi Kerajaan Riau-Lingga pada tahun 1842 atas permintaan Raja-Raja Riau. Ia juga putra dari ulama besar Nusantara, Maulana Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari atau Datu Kalampayan.
Dalam sambutannya, Gubernur Ansar Ahmad menegaskan bahwa Pulau Penyengat memiliki hubungan historis yang kuat dengan para ulama besar, termasuk dari garis keturunan Al-Banjari.
“Pulau Penyengat dan Kerajaan Riau-Lingga secara historis memiliki hubungan emosional dan intelektual yang sangat erat dengan para ulama besar, termasuk dari garis keturunan Al-Banjari,” ujarnya.
Menurutnya, kehadiran para ulama pada masa lalu telah menjadikan wilayah tersebut sebagai pusat peradaban ilmu pengetahuan dan keislaman di Tanah Melayu.
“Kehadiran beliau di masa lalu telah memperkuat sendi-sendi keislaman di Tanah Melayu, menjadikan wilayah kita bukan hanya pusat pemerintahan, tetapi juga pusat peradaban ilmu pengetahuan,” tambahnya.
Ansar menjelaskan bahwa peringatan haul merupakan bentuk takzim dan rasa syukur atas warisan ilmu dan spiritualitas yang ditinggalkan oleh Syekh Syihabuddin. Di akhir sambutannya, ia mengajak seluruh masyarakat menjaga kerukunan dan terus mendukung pembangunan daerah.
“Melalui momentum Haul ini, mari kita terus menjaga kerukunan, memperkuat iman, dan mendukung pembangunan Kepulauan Riau agar menjadi negeri yang Baldatun Thayyibatun Wa Rabbun Ghafur,” pungkasnya.(*Ian)

















