
Suarasatu.co, Anambas – Wakil Bupati Kepulauan Anambas, Raja Bayu Febri Gunadian, mendorong pembinaan atlet futsal usia muda agar lebih serius dan berkelanjutan.
Hal itu disampaikannya setelah menutup Turnamen Piala AFK Kepulauan Anambas x Kute Hill di Lapangan Futsal Kute Hill, Desa Payamaram, Kecamatan Kute Siantan, Sabtu (17/10/2026) malam.
Menurut Raja Bayu, turnamen olahraga tidak boleh hanya menjadi ajang perebutan gelar juara. Kompetisi harus menjadi bagian dari proses pembinaan untuk melahirkan atlet potensial yang mampu bersaing di tingkat provinsi hingga nasional.
“Penyelenggaraan ini bukan hanya sekadar pertandingan. Tentunya harus menghasilkan output. Kalau hanya bertanding dan menang, tetapi tidak dibina, maka itu tidak akan pernah berhasil,” tegas Raja Bayu dalam sambutannya.
Ia mengapresiasi panitia yang telah menyelenggarakan turnamen tersebut dengan baik.
Namun, ia mengingatkan bahwa pekerjaan yang lebih penting setelah kompetisi berakhir adalah memastikan para pemain berbakat mendapatkan pembinaan yang terarah.
Menurutnya, turnamen sepak bola dan futsal yang rutin digelar di berbagai wilayah Kabupaten Kepulauan Anambas perlu diimbangi dengan program pengembangan atlet yang berkesinambungan.
Raja Bayu menilai, potensi pemain lokal harus dipetakan dan dikembangkan agar mereka tidak hanya mampu bersaing di tingkat kabupaten, tetapi juga bisa menorehkan prestasi di tingkat yang lebih tinggi.
“Kalau hanya sekadar mengikuti pertandingan, semua bisa. Tetapi hari ini bagaimana kita membina anak-anak yang berprestasi dan punya potensi, agar kemampuan mereka bisa ditingkatkan secara maksimal,” ujarnya.
Ia berharap Anambas mampu meningkatkan prestasi olahraga, khususnya sepak bola dan futsal, melalui kerja sama pemerintah daerah, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), serta Asosiasi Futsal Kabupaten (AFK) Kepulauan Anambas.
“Harapannya, kita bisa memenangkan pertandingan bukan hanya di tingkat kabupaten, tetapi juga provinsi, bahkan nasional,” katanya.
Raja Bayu menegaskan, kolaborasi berbagai pihak menjadi faktor penting agar turnamen seperti Piala AFK x Kute Hill tidak sekadar menjadi agenda rutin, tetapi benar-benar menghasilkan atlet berprestasi.
Turnamen yang berlangsung sejak 3 Oktober 2026 tersebut mempertandingkan dua kategori, yakni U-13 dan U-17. Pertandingan digelar setiap Sabtu dan Minggu agar para pelajar tetap bisa mengikuti kompetisi tanpa mengganggu kegiatan belajar di sekolah.
Pada kategori U-13, MIS ABJ keluar sebagai juara pertama setelah mengalahkan Tanjung 4 x Ikan Teri dengan skor 3-1.
Sementara itu, Tuna FC menempati posisi ketiga setelah menang telak 9-4 atas Tebang FC.
Persaingan pada kategori U-17 juga berlangsung sengit. Kijang Laut berhasil meraih gelar juara pertama setelah menaklukkan SMAN 1 Siantan dengan skor 6-2.
Adapun posisi ketiga diraih Putik yang mengalahkan Indrayumart dengan skor 4-1.
Ketua AFK Kepulauan Anambas, Rico Ardiansyah, mengatakan turnamen merupakan sarana untuk mengukur kemampuan pemain sekaligus menemukan bibit atlet potensial yang dapat dikembangkan melalui pembinaan.
Ia menegaskan, keberhasilan penyelenggaraan kompetisi tidak cukup diukur dari jumlah pertandingan atau banyaknya tim yang berpartisipasi. Hal yang lebih penting adalah perkembangan kemampuan para pemain setelah mengikuti turnamen.
“Turnamen bukan tujuan utama. Yang paling utama adalah pembinaan. Seberapa banyak pun kita mengadakan atau mengikuti turnamen, kalau tidak ada hasil nyata bagi anak-anak kita, tentu kegiatan seperti ini tidak akan memberikan dampak maksimal,” kata Rico.
Ia menyebut AFK Kepulauan Anambas berkomitmen menjadikan kompetisi sebagai salah satu pintu untuk menjaring pemain muda berbakat.
Pemain yang memiliki potensi selanjutnya diharapkan mendapat kesempatan mengembangkan kemampuan melalui program latihan dan pembinaan yang lebih terarah.
Rico juga mengapresiasi dukungan pihak Kute Hill yang telah membantu terselenggaranya turnamen tersebut.
Menurutnya, keterlibatan pihak swasta dapat memperluas kesempatan bagi para pelajar untuk mengasah kemampuan dan memperoleh pengalaman bertanding.
Ia berharap pemerintah daerah dan KONI turut memperkuat dukungan terhadap pembinaan futsal, termasuk melalui fasilitasi program latihan dan pendanaan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Bagi kami, yang terpenting adalah bagaimana pemerintah daerah dan KONI mendorong pembinaan. Bukan sekadar mengadakan turnamen, tetapi bagaimana anak-anak kita bisa berkembang dan bersaing dengan daerah lain,” ujarnya.
Rico juga menyampaikan bahwa pembinaan yang dilakukan AFK telah membuka peluang bagi pemain muda Anambas untuk menembus kompetisi yang lebih tinggi. Ia menyebut tiga pemain muda dari Anambas berhasil lolos seleksi tim nasional futsal Indonesia.
Menurutnya, capaian tersebut menjadi motivasi bagi AFK untuk terus mengembangkan potensi pemain daerah melalui pembinaan yang konsisten.
Berakhirnya Piala AFK Kepulauan Anambas x Kute Hill diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat pembinaan futsal di daerah.
Dengan dukungan pemerintah daerah, KONI, AFK, pihak swasta, dan masyarakat, atlet muda Anambas diharapkan mampu meningkatkan prestasi serta membawa nama daerah ke tingkat provinsi maupun nasional. (Adv)
















