Wabup Bagus Santoso Peringati Harkitnas: Jaga Tunas Bangsa

0
6

Suarasatu.co, Bengkalis – Halaman Kantor Bupati Bengkalis menjadi saksi pelaksanaan Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118, Rabu (20/5/2026). Bertemakan “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”, peringatan tahun ini mengusung semangat baru menggeser fokus perjuangan ke kedaulatan informasi dan perlindungan anak dari dampak negatif dunia siber.

Wakil Bupati Bengkalis, H. Bagus Santoso, bertindak sebagai Inspektur Upacara dan membacakan sambutan tertulis Menteri Komunikasi dan Digital RI, Meutya Viada Hafid.

Dalam amanatnya ditekankan, bahwa makna kebangkitan kini tak lagi sekadar soal wilayah, melainkan kemampuan bangsa menghadapi derasnya arus informasi dan transformasi digital.

“Kita harus memastikan tunas bangsa tumbuh di lingkungan digital yang sehat dan aman. Hal ini dipertegas dengan berlakunya Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 (PP Tunas) per 28 Maret 2026 lalu, yang membatasi akses anak di bawah 16 tahun ke media sosial dan platform berisiko tinggi,” ujar Bagus Santoso.

Selain perlindungan ruang digital, peringatan Harkitnas tahun ini juga menyoroti langkah nyata pemerintah melalui visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Berbagai program unggulan yang dampaknya sudah dirasakan masyarakat, antara lain program Makan Bergizi Gratis, Sekolah Rakyat, layanan Cek Kesehatan Gratis, hingga penguatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai penggerak ekonomi desa.

Dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Data dan Statistik Diskominfotik Bengkalis, Azmar, upacara berjalan khidmat dan tertib. Jajaran Diskominfotik bertugas sebagai panitia dan perwira upacara, mulai dari Sekretaris Dinas Adi Sutrisno, Ayu Erlina, Haliyun Naim, hingga Afriansyah yang memimpin doa.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, akademisi, dan pemuda, Bagus Santoso berharap semangat Boedi Oetomo tetap hidup dalam bentuk solidaritas sosial dan peningkatan literasi digital.

Kebangkitan sejati masa kini adalah gotong royong menjaga anak cucu dari bahaya dunia maya, sekaligus melangkah maju demi kemandirian dan kedaulatan bangsa.(*Anuar)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini