
Suarasatu.co, Anambas – Hidup di wilayah kepulauan membuat masyarakat Kabupaten Kepulauan Anambas tidak bisa lepas dari aktivitas laut.
Mobilitas antarpulau yang menjadi bagian dari keseharian warga menuntut setiap orang memahami kondisi cuaca dan mengetahui cara menjaga keselamatan selama perjalanan.
Kesadaran inilah yang mulai ditanamkan kepada para pelajar.
Sebanyak 30 siswa SMP Negeri 1 Siantan bersama empat guru pendamping mengikuti edukasi keselamatan di laut dan kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem yang digelar SKK Migas Perwakilan Sumatera Bagian Utara (Sumbagut), Medco E&P Natuna Ltd. (Medco E&P), dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Anambas.
Dalam kegiatan tersebut, para siswa mendapatkan pemahaman tentang cara memantau informasi cuaca, mengenali perubahan kondisi perairan, serta langkah-langkah persiapan sebelum melakukan perjalanan laut.
Pengetahuan tersebut dinilai penting mengingat laut menjadi jalur utama transportasi masyarakat Anambas, termasuk bagi para pelajar yang kerap melakukan perjalanan antarpulau.
Untuk mendukung penerapan keselamatan, Medco E&P juga menyerahkan 35 rompi pelampung kepada siswa dan guru.
Perlengkapan tersebut diharapkan dapat digunakan sebagai salah satu alat pelindung utama ketika melakukan aktivitas maupun perjalanan menggunakan transportasi laut.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Kepulauan Anambas, Rovaniyadi mengapresiasi keterlibatan SKK Migas dan Medco E&P dalam memberikan edukasi kebencanaan dan keselamatan kepada kalangan pelajar.

Menurutnya, pengenalan risiko sejak usia sekolah menjadi langkah penting untuk membangun kebiasaan mengutamakan keselamatan, terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah kepulauan.
“Edukasi sejak usia sekolah sangat penting untuk membentuk kebiasaan mengenali risiko dan menerapkan langkah-langkah keselamatan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Rovaniyadi, baru-baru ini.
Ia berharap pengetahuan yang diperoleh para siswa tidak berhenti di lingkungan sekolah, tetapi juga diteruskan kepada keluarga dan masyarakat sekitar.
“Kami berharap para siswa bisa membagikan pengetahuan ini kepada keluarga maupun lingkungan sekitarnya. Dengan begitu, kesadaran keselamatan dapat tumbuh lebih luas,” katanya.
Kepala SMP Negeri 1 Siantan, Safarudin Satar, mengatakan materi yang diberikan sangat sesuai dengan kondisi geografis Anambas.
Menurutnya, pemahaman mengenai keselamatan laut merupakan pengetahuan praktis yang dekat dengan kehidupan para siswa.
“Materi seperti ini sangat relevan dengan keseharian anak-anak di Anambas. Mereka perlu mengetahui bagaimana membaca kondisi cuaca dan memahami risiko sebelum melakukan perjalanan laut,” ungkap Safarudin.
Ia berharap edukasi tersebut tidak hanya menjadi pengetahuan sesaat, tetapi benar-benar diterapkan oleh para siswa dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami ingin apa yang mereka pelajari hari ini menjadi kebiasaan, bukan sekadar materi yang didengar di sekolah. Pengetahuan ini akan sangat berguna bagi mereka hingga dewasa nanti,” tambahnya.
Sementara itu, Senior Manager Communication Medco E&P, Leony Lervyn, mengatakan pembekalan keselamatan kepada generasi muda merupakan bagian dari upaya membangun kesadaran menghadapi berbagai risiko di lingkungan sekitar.
Ia menilai kebiasaan sederhana, seperti memeriksa informasi cuaca dan mempersiapkan perlengkapan keselamatan sebelum berangkat, dapat membantu mencegah risiko kecelakaan di laut.
“Kami ingin para siswa terbiasa memantau informasi cuaca, mempersiapkan diri sebelum beraktivitas di laut, serta memahami tindakan yang harus dilakukan ketika kondisi cuaca berubah,” kata Leony.
Menurutnya, pengetahuan dasar tersebut perlu dikenalkan sejak dini agar generasi muda memiliki kesiapan dan kepedulian terhadap keselamatan diri maupun orang lain.
“Kebiasaan sederhana seperti ini bisa menjadi langkah penting untuk menyelamatkan nyawa. Karena itu, pemahaman keselamatan perlu dibangun sejak usia sekolah,” ujarnya.
Melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah dan institusi pendidikan, Medco E&P berharap edukasi keselamatan laut dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di sekitar wilayah operasinya.
Kegiatan ini sekaligus menjadi upaya memperkuat kesiapsiagaan generasi muda Anambas dalam menghadapi perubahan cuaca dan berbagai risiko selama beraktivitas di laut. (*/Ven)
















