
Suarasatu.co, Anambas – Menjaga kesehatan tulang menjadi langkah penting agar masyarakat tetap aktif dan mandiri hingga usia lanjut.
RSUD Tarempa mengajak masyarakat Kepulauan Anambas meningkatkan kesadaran terhadap bahaya osteoporosis melalui senam bersama dan edukasi kesehatan, Selasa (20/10/2026).
Kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati Hari Osteoporosis Sedunia tersebut diikuti para lansia dan dihadiri Bupati Kepulauan Anambas, Aneng, Wakil Bupati Raja Bayu Febri Gunadian, Sekretaris Daerah, sejumlah kepala perangkat daerah, serta perwakilan instansi terkait.
Dalam sambutannya, Aneng menegaskan bahwa menjaga kesehatan tulang tidak seharusnya baru menjadi perhatian ketika seseorang memasuki usia lanjut. Upaya pencegahan perlu dilakukan sejak dini agar masyarakat tetap sehat dan produktif.
“Menjaga kesehatan tulang harus dimulai sejak dini agar masyarakat tetap sehat dan aktif hingga usia lanjut,” kata Aneng.
Ia berharap kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi agenda peringatan tahunan, tetapi juga mendorong masyarakat menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.
“Kita ingin masyarakat Anambas semakin sadar pentingnya pencegahan osteoporosis demi menjaga kualitas hidup,” ujarnya.
Direktur RSUD Tarempa, drg. Sofwan Fuadi, mengatakan hingga kini belum tersedia data pasti mengenai jumlah kasus osteoporosis di Kabupaten Kepulauan Anambas.
Menurut Sofwan, penanganan pasien dengan osteoporosis masih melibatkan dokter spesialis penyakit dalam dan dokter spesialis bedah.
Hal ini karena Anambas belum memiliki dokter spesialis ortopedi yang secara khusus menangani masalah tulang.
“Sejauh ini belum ada data pasti mengenai berapa jumlah kasus osteoporosis di Anambas. Untuk saat ini, kami memang lebih berfokus pada upaya pencegahan,” ujarnya.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah memberikan edukasi kepada masyarakat, terutama kelompok lanjut usia yang lebih rentan mengalami masalah kesehatan tulang.
Sofwan menjelaskan, kegiatan senam bersama dalam peringatan tersebut menjadi salah satu sarana untuk mengajak lansia tetap aktif bergerak.
Setelah senam, peserta juga mendapatkan penyuluhan mengenai pentingnya menjaga kekuatan tulang.
Selain melalui kegiatan peringatan Hari Osteoporosis Sedunia, edukasi kesehatan tulang juga dilakukan secara rutin melalui Posyandu Lansia yang diselenggarakan puskesmas bersama Puskesmas Pembantu (Pustu).
Kegiatan tersebut umumnya berlangsung sebulan sekali di desa-desa. Petugas kesehatan mendatangi posyandu untuk melakukan pemeriksaan sekaligus memberikan penyuluhan kepada warga lanjut usia, termasuk mereka yang tinggal di wilayah kepulauan.

Menurut Sofwan, edukasi yang diberikan mencakup pentingnya memenuhi kebutuhan nutrisi, seperti mengonsumsi susu dan makanan sumber protein, serta menjaga kebiasaan hidup sehat.
Ia mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap remeh osteoporosis karena kondisi tulang yang melemah dapat meningkatkan risiko patah tulang.
“Hal yang dikhawatirkan dari osteoporosis adalah patah tulang. Kami berharap sampai usia tua, tulang tetap kuat dan dalam kondisi baik sehingga masyarakat masih bisa beraktivitas seperti biasa,” katanya.
Ia menambahkan, kegiatan di RSUD Tarempa tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa pencegahan osteoporosis membutuhkan perhatian berkelanjutan, bukan hanya ketika muncul keluhan.
“Sesuai dengan temanya, mari kita bangun, jaga, dan perkuat tulang untuk kehidupan yang lebih sehat sampai usia tua nanti,” tuturnya. (Adv)
















