Suarasatu.co, Anambas – Sebanyak 380 ekor sapi disiapkan untuk memenuhi kebutuhan kurban masyarakat di Kabupaten Kepulauan Anambas menjelang Hari Raya Iduladha 2026.
Jumlah tersebut dipastikan lebih dari cukup karena kebutuhan hewan kurban tahun ini diperkirakan hanya sekitar 200 ekor.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Anambas melalui Dinas Perikanan, Pertanian dan Pangan (DPPP) menyebut, ketersediaan sapi kurban didominasi hasil peternakan lokal dari sejumlah wilayah seperti Jemaja, Palmatak dan Siantan.
Plt Kepala DPPP Kepulauan Anambas, Arcan Iskandar mengatakan kondisi itu menunjukkan peternak lokal mampu menopang kebutuhan hewan kurban masyarakat tanpa harus bergantung penuh dari pasokan luar daerah.
“Insya Allah stok untuk Iduladha aman. Ketersediaan sapi kurban kita masih mencukupi kebutuhan masyarakat,” ujar Arcan, Selasa (12/5/2026).
Selain stok yang mencukupi, harga sapi kurban di Anambas juga belum mengalami lonjakan signifikan.
Saat ini harga sapi masih berada di kisaran Rp16 juta hingga Rp25 juta per ekor, menyesuaikan ukuran dan bobot ternak.
“Untuk harga masih relatif sama dengan tahun-tahun sebelumnya,” katanya.
Menjelang Iduladha, DPPP Anambas juga meningkatkan pengawasan terhadap lalu lintas hewan ternak yang masuk ke wilayah Anambas.
Pemeriksaan dilakukan guna mengantisipasi penyebaran penyakit hewan menular, termasuk Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
Setiap sapi yang didatangkan dari luar daerah diwajibkan membawa surat keterangan asal dan dokumen pemeriksaan kesehatan dari karantina hewan.
Setelah tiba di Anambas, petugas kembali melakukan pengecekan kondisi ternak.
“Setiap hewan yang masuk ke Anambas ada surat keterangan asal dan uji dari karantina. Sampai di sini kami uji lagi apakah ada penyakit bawaan setelah tiba di Anambas,” jelas Arcan.
Dari hasil pemantauan sementara, Pemerintah Kabupaten Anambas memastikan belum ditemukan kasus PMK pada hewan ternak.
Status Anambas hingga kini masih dinyatakan sebagai zona hijau PMK.
“Sejauh ini hasilnya aman dan zero kasus PMK,” tegasnya.
Meski kondisi masih aman, pengawasan kesehatan hewan kurban tetap dilakukan hingga mendekati hari penyembelihan.
Pemerintah ingin memastikan seluruh hewan yang dikurbankan benar-benar sehat dan aman dikonsumsi masyarakat.
“Ya meskipun wilayah kita zona hijau atau zero kasus, kami tetap melakukan pengecekan kesehatan. Meskipun ada efisiensi anggaran, pengawasan tetap kami optimalkan terutama di wilayah terdekat,” pungkasnya.(Ven)

















