
Suarasatu.co, Anambas – Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Ansar Ahmad, mengingatkan masyarakat agar tidak terlena dengan kekayaan alam dan kemakmuran, tetapi melupakan nilai-nilai keimanan.
Ia mencontohkan kisah Negeri Saba dalam Al-Qur’an sebagai pelajaran bagi Indonesia agar tidak mengalami nasib serupa.
Pesan tersebut disampaikan Ansar saat melaksanakan salat Jumat di Masjid Nurul Huda, Desa Payalaman, Kecamatan Kute Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas, dalam rangkaian kunjungan kerjanya, Jumat (6/10/2026).
Dalam khutbahnya, ia mengangkat kisah Negeri Saba yang dikenal sebagai salah satu negeri paling makmur pada masa lampau.
Ansar menjelaskan, Negeri Saba yang berada di wilayah Yaman memiliki kekayaan alam melimpah, terutama dari sektor pertanian. Kisah kemakmuran negeri tersebut bahkan diabadikan dalam Al-Qur’an melalui Surah Saba, surah ke-34.
“Negeri Saba merupakan negeri yang kaya raya, dimuliakan Allah SWT, dan diberikan limpahan rezeki. Masyarakatnya hidup makmur dan memiliki hasil pertanian yang luar biasa,” ujar Ansar.
Ia kemudian menceritakan kisah Ratu Bilqis yang memimpin Negeri Saba pada masa Nabi Sulaiman AS.
Berdasarkan kisah dalam Surah An-Naml, Nabi Sulaiman memperoleh informasi mengenai negeri tersebut melalui burung Hud-hud yang melaporkan bahwa masyarakat Saba menyembah matahari.
Nabi Sulaiman kemudian mengirimkan surat kepada Ratu Bilqis untuk mengajaknya mengenal ajaran Allah SWT. Ansar menilai kisah tersebut memberikan gambaran bahwa kekuasaan dan kekayaan tidak seharusnya membuat manusia melupakan Sang Pencipta.
Namun, kemakmuran Negeri Saba tidak berlangsung selamanya. Ansar mengisahkan bagaimana masyarakat negeri tersebut kembali ingkar setelah sebelumnya menerima ajaran tauhid.
Kondisi itu kemudian dikaitkan dengan kehancuran bendungan Ma’rib yang menyebabkan banjir besar dan merusak kehidupan masyarakat setempat.
“Allah memberikan kekayaan dan kemuliaan kepada Negeri Saba, tetapi kemudian negeri itu dihancurkan karena penduduknya kembali ingkar kepada Allah SWT,” tuturnya.
Dari kisah tersebut, Ansar mengajak masyarakat Indonesia mengambil pelajaran.
Menurutnya, Indonesia memiliki kekayaan alam yang tidak kalah besar, mulai dari hasil perkebunan, pertanian hingga sumber daya tambang seperti batu bara dan minyak bumi.
“Allah memberikan kekayaan yang luar biasa kepada Indonesia. Apa yang tidak ada di negeri ini? Di daratan ada hasil perkebunan dan berbagai komoditas, sementara di dalam bumi terdapat batu bara serta potensi alam lainnya,” katanya.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa kekayaan alam belum cukup untuk menjamin kemakmuran apabila berbagai persoalan sosial masih terus terjadi.
Ansar menyinggung kemiskinan, keterbelakangan, penyalahgunaan narkoba, korupsi hingga tindak kriminalitas yang masih menjadi tantangan bangsa.
Menurutnya, persoalan tersebut tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Keterlibatan seluruh elemen masyarakat diperlukan agar berbagai masalah dapat ditangani bersama.
“Persoalan-persoalan ini siapa yang harus menyelesaikan? Tentu pemerintah tidak akan mampu kalau kita tidak ikut menyelesaikannya,” tegas Ansar.
Selain itu, Ansar mengajak umat Islam memperkuat akidah dan menjaga nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari.
Ia menyinggung perkembangan jumlah penduduk Muslim di Indonesia dan mengutip angka 87,5 persen berdasarkan pemberitaan Republika yang pernah dibacanya.
Meski demikian, ia menekankan bahwa dakwah seharusnya dilakukan dengan mengedepankan sikap saling menghormati, bukan dengan merendahkan keyakinan orang lain.
“Tak perlu kita memburuk-burukkan agama orang lain dan mencari kekurangannya. Jauh lebih penting kita berdakwah menjaga saudara-saudara kita agar tetap yakin kepada Allah SWT,” ujarnya.
Ansar juga mengingatkan bahwa menjaga kehidupan beragama merupakan tanggung jawab bersama, termasuk para pemimpin dan aparatur negara.
Ia menyebut gubernur, bupati, TNI, Polri hingga aparatur sipil negara memiliki peran sesuai tugas dan kapasitas masing-masing dalam menjaga masyarakat.
Ia berharap nilai-nilai Al-Qur’an semakin tertanam dalam kehidupan masyarakat sehingga pembangunan tidak hanya menghasilkan kemajuan secara fisik dan ekonomi, tetapi juga membentuk kehidupan sosial yang lebih baik.
Di akhir khutbahnya, Ansar mengajak masyarakat mendoakan Indonesia agar senantiasa mendapat perlindungan Allah SWT dan terus berkembang menjadi bangsa yang maju serta makmur.
“Mudah-mudahan kepemimpinan kita hari ini di berbagai tingkatan di Indonesia, ke depan semakin maju dan makmur,” tutupnya.
Selain melaksanakan salat Jumat, kunjungan kerja Ansar Ahmad ke Kabupaten Kepulauan Anambas juga diisi sejumlah agenda pemerintahan dan kemasyarakatan. Salah satunya menutup Turnamen Sepak Bola Piala Gubernur 2026. (Ven)
















