
Suarasatu.co, Anambas – Hujan masih mengguyur langit Tarempa saat langkah Kapolsek Siantan Iptu Dodi Setiawan bersama sejumlah wartawan menyusuri jalan menuju Kampung Baru, Kelurahan Tarempa, Kecamatan Siantan, Jumat (15/5/2026) malam.
Di sebuah rumah sederhana dekat kawasan gereja, dua lansia terbaring lemah di tempat tidur masing-masing.
Tubuh mereka tak lagi kuat menopang usia.
Sahab, pria kelahiran 1937, hanya bisa berbicara lirih dengan pendengaran yang mulai berkurang.
Sementara istrinya, Siti, kelahiran 1942 masih mampu berkomunikasi, namun penglihatannya telah hilang dan tubuhnya tak lagi sanggup berjalan.
Pasangan suami istri asal Padang, Sumatera Barat itu sudah menetap di Kabupaten Kepulauan Anambas sejak tahun 1970-an.
Kini, di usia senja, mereka menghabiskan hari-hari hanya di atas tempat tidur dan bergantung penuh pada sang cucu, Sony.
Malam itu, suasana rumah terasa sunyi. Sesekali terdengar suara hujan jatuh di atap rumah, bercampur percakapan pelan antara Kapolsek Dodi dan kedua lansia tersebut.
Kapolsek Siantan Iptu Dodi Setiawan mengaku langsung bergerak setelah menerima informasi dari rekan-rekan wartawan mengenai kondisi pasangan lansia tersebut.
“Jadi malam hari ini kami mendapat informasi dari teman-teman wartawan bahwa ada pasangan suami istri lansia yang kondisinya memprihatinkan. Keduanya sudah lanjut usia dan tidak bisa berjalan lagi,” ujar Dodi kepada wartawan.
Tanpa menunggu lama, Dodi bersama anggota Polsek Siantan dan awak media langsung mendatangi rumah pasangan lansia itu sambil membawa bantuan sembako serta roti dan susu.
“Setelah sampai di sini, kami lihat memang benar kondisi kedua orang tua ini sangat memprihatinkan. Aktivitas mereka sangat terbatas, bahkan untuk makan sehari-hari pun membutuhkan bantuan,” katanya.
Di hadapan Sahab dan Siti, bantuan berupa sembako, susu, roti, hingga perlengkapan ibadah diserahkan secara langsung.
Wajah haru terlihat dari mereka yang menerima kedatangan rombongan malam itu.
Sony, cucu pasangan lansia tersebut, mengaku selama ini dirinya berusaha merawat sang kakek dan nenek seorang diri.
Kondisi ekonomi keluarga yang terbatas membuat mereka hanya bisa menjalani hari seadanya.
Ia mengaku bersyukur karena masih ada perhatian dari masyarakat dan aparat kepolisian terhadap kondisi keluarganya.
Sementara itu, Kapolsek Siantan menegaskan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap warga yang membutuhkan bantuan, terutama para lansia yang hidup dalam keterbatasan.
“Alhamdulillah malam ini kita bisa bersinergi bersama teman-teman wartawan. Rekan media memberikan informasi, lalu kami hadir membantu masyarakat yang membutuhkan,” ungkapnya.
Menurut Dodi, kehadiran polisi di tengah masyarakat bukan hanya menjaga keamanan, tetapi juga memastikan warga yang membutuhkan perhatian bisa mendapatkan bantuan.
“Kami berharap bantuan ini bisa sedikit meringankan beban keluarga dan memenuhi kebutuhan orang tua kita ini,” tutupnya.(Ven)
















