
Suarasatu.co, Anambas – Di usia yang belum genap dua tahun, Muhammad Zabir Rafisqi sudah harus akrab dengan ruang operasi dan selang medis yang terpasang di tubuh mungilnya.
Bocah berusia 1 tahun 9 bulan asal Kelurahan Tarempa itu kini tengah berjuang melawan penyakit batu ginjal yang dideritanya.
Putra pasangan Liza, seorang ibu rumah tangga, dan Rizal Muslim Syaputra tersebut telah menjalani tiga kali operasi.
Saat ini, kateter masih terpasang di ginjalnya untuk membantu proses pengeluaran urine.
Pada 13 Februari 2026 mendatang, Zabir dijadwalkan kembali menjalani operasi laser batu ginjal yang keempat di Rumah Sakit Awal Bros Gajah Mada, Batam.
Selama proses pengobatan, Zabir dan kedua orang tuanya tinggal sementara di Rumah Singgah Anambas, Batu Aji, Kota Batam.
Sudah sejak Agustus 2025, mereka jauh dari kampung halaman demi kesembuhan sang buah hati.
Bagi Rizal, mendampingi anaknya adalah prioritas utama. Namun, keputusan itu berdampak pada kondisi ekonomi keluarga.
Ia tidak dapat bekerja selama mendampingi Zabir menjalani perawatan intensif di Batam.
Kondisi tersebut membuat kebutuhan sehari-hari dan biaya penunjang pengobatan semakin sulit terpenuhi.
Tabungan keluarga perlahan habis untuk biaya transportasi, konsumsi, serta kebutuhan medis yang tidak seluruhnya ditanggung.
Aktivis Misi Kemanusiaan Anambas, Supardi yang akrab disapa Eddy Londo mengatakan, pihaknya terus berupaya mendampingi dan membantu keluarga Zabir selama berada di Batam.
“Ananda Zabir ini sudah tiga kali operasi dan dalam waktu dekat akan menjalani operasi keempat. Kondisinya masih terpasang kateter. Orang tuanya sudah kehabisan biaya karena fokus mendampingi pengobatan,” ujar Eddy Londo saat dikonfirmasi Suarasatu.co, Rabu (11/2/2026).
Menurutnya, situasi ini membutuhkan kepedulian bersama. Ia mengajak masyarakat untuk ikut membantu meringankan beban keluarga tersebut.
“Kami dari Misi Kemanusiaan Anambas mengajak seluruh masyarakat, di mana pun berada, untuk menyisihkan sedikit rezekinya. Sekecil apa pun bantuan yang diberikan akan sangat berarti bagi kelangsungan pengobatan dan kebutuhan sehari-hari mereka,” katanya.
Eddy menambahkan, dukungan moral dan doa juga menjadi kekuatan tersendiri bagi keluarga kecil itu.
“Ini bukan hanya soal biaya operasi, tetapi juga kebutuhan hidup selama mereka berada di Batam. Ayahnya tidak bisa bekerja karena harus mendampingi. Mari kita sama-sama bergotong royong membantu,” tuturnya.
Di sela waktu perawatan, Zabir tetap menunjukkan senyum polos khas anak seusianya. Meski tubuhnya harus menanggung rasa sakit, semangatnya menjadi harapan terbesar bagi kedua orang tuanya.
Bagi Liza dan Rizal, kesembuhan Zabir adalah segalanya. Mereka berharap operasi keempat nanti menjadi langkah menuju pemulihan total, sehingga putra mereka bisa tumbuh sehat seperti anak-anak lainnya.
Masyarakat yang ingin membantu dapat menyalurkan donasi melalui rekening BNI 4744 03363 atas nama Rizal Muslim Syaputra.
Harapan itu kini bergantung pada kepedulian banyak pihak agar langkah kecil Zabir kelak dapat berlari bebas tanpa bayang-bayang ruang operasi.(Ven)
















