
Suarasatu.co, Anambas – Menjelang bulan suci Ramadan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Anambas bersama jajaran kepolisian turun ke pasar memastikan stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok.
Hasil pemantauan menunjukkan harga sembilan bahan pokok relatif stabil, meski terdapat kenaikan tipis pada beberapa komoditas yang masih dinilai wajar dan terjangkau masyarakat.
Wakil Bupati (Wabup) Anambas Raja Bayu Febri Gunadian mengatakan, secara umum harga cabai, bawang, gula pasir, minyak goreng, dan telur masih stabil.
Sementara itu, beras premium mengalami kenaikan, namun tidak signifikan.
“Alhamdulillah, secara umum harga bahan pokok relatif stabil. Memang ada beberapa yang naik sedikit, seperti beras premium, tetapi masih terjangkau masyarakat,” ujarnya saat diwawancarai, Rabu (18/2/2026).
Menurutnya, kenaikan harga tersebut dipicu oleh distributor di Jakarta. Pasalnya, sebagian besar kebutuhan sembako di Anambas masih didatangkan dari luar daerah.
“Kami mendapat informasi dari pedagang, kenaikan sudah terjadi dari pihak distributor di Jakarta. Umumnya bahan sembako di Anambas ini memang didatangkan dari luar,” katanya.
Sementara itu, untuk komoditas telur ayam, ia mengakui ketersediaannya di pasaran cenderung terbatas.
Hal itu disebabkan produksi lokal yang belum mampu memenuhi kebutuhan konsumen.
“Untuk telur memang ada kalanya cenderung kosong di pasaran. Pasokan telur ayam masih dominan dari luar daerah karena produksi lokal belum mencukupi,” jelasnya.
Kendala distribusi, lanjutnya, dipengaruhi faktor transportasi yang terbatas serta cuaca ekstrem yang menghambat jadwal kapal masuk ke Anambas.
“Sejauh ini kendalanya karena faktor transportasi yang masih terbatas dan cuaca ekstrem. Jadwal kapal jadi agak lambat masuk ke Anambas,” jelas Raja Bayu.
Sebagai langkah antisipasi, pihaknya akan berkoordinasi dengan pengusaha dan pihak kapal kargo agar pasokan dapat dimaksimalkan saat kondisi cuaca membaik.
“Kami akan berkoordinasi dengan pengusaha dan pihak kapal kargo agar ketika cuaca teduh dapat memuat pasokan telur sesuai target kebutuhan,” sebutnya.
Pemerintah juga menyoroti potensi dampak kenaikan harga bahan pokok terhadap inflasi daerah dan daya beli masyarakat.
“Kalau daya beli menurun, tentu inflasi akan berdampak pada perekonomian daerah. Karena itu, kami akan mengajak para distributor mencari solusi untuk menstabilkan kembali harga,” tegasnya.
Raja Bayu juga mengimbau pedagang tetap menjaga stabilitas harga dan pasokan selama Ramadan. Masyarakat pun diminta tidak melakukan pembelian berlebihan.
“Kami berharap pedagang menjaga kestabilan harga dan pasokan, terutama di momen Ramadan ini. Kami juga mengimbau masyarakat agar tidak panic buying dan berbelanja sesuai kebutuhan,” ucapnya.
Sementara itu, Wakapolres Kepulauan Anambas, Kompol Shallahuddin, memastikan stok bahan pokok mencukupi hingga Ramadan. Hal itu diperkuat dengan kedatangan Kapal Tol Laut beberapa hari lalu.
“Kami ikut meninjau pasokan dan harga bahan pokok, baik di pasar maupun gudang. Untuk Ramadan ini stok kami pastikan cukup, karena Kapal Tol Laut sudah masuk sejak dua hari lalu,” kata Shallahuddin.
Saat ini, proses bongkar muat barang dari kontainer masih berlangsung.
“Kami sudah cek, sekarang sedang bongkar muat. Kalau sudah turun semua, dipastikan stok cukup hingga bulan puasa,” ujarnya.
Ia menambahkan, Satgas Polres Anambas siap melakukan pengawasan rutin untuk memastikan stabilitas harga dan distribusi tetap terjaga.
“Setiap hari anggota turun mengecek, dan laporan selalu kami sampaikan kepada pimpinan. Untuk harga juga masih relatif stabil, sehingga tidak terlalu berpengaruh terhadap daya beli masyarakat,” pungkasnya.(Ven)
















