Momen Nuzulul Qur’an di Anambas, Wabup Dorong Program Tahfiz dan Hadiah Umrah

0
16
‎Wakil Bupati Kepulauan Anambas, Raja Bayu, (Foto: Istimewa)

Suarasatu.co, Anambas – Peringatan malam Nuzulul Qur’an di Kabupaten Kepulauan Anambas diwarnai momen yang cukup mengejutkan.

Wakil Bupati Kepulauan Anambas, Raja Bayu, mengaku sedih setelah tidak menemukan satu pun jamaah yang hafal Al-Qur’an, bahkan hanya satu juz sekalipun, saat kegiatan berlangsung.

Hal itu disampaikan Raja Bayu ketika memberikan sambutan pada peringatan Nuzulul Qur’an di Masjid Agung Baitul Makmur, Tarempa, Kecamatan Siantan, Jumat (6/3/2026).
Dalam kesempatan tersebut, ia sempat bertanya langsung kepada jamaah yang hadir mengenai hafalan Al-Qur’an mereka.

“Saya ingin bertanya kepada seluruh jamaah yang ada di masjid ini, selain imam dan yang pernah mondok di pesantren, ada tidak bapak-bapak yang hafal Al-Qur’an lima juz? Nanti kami kasih hadiah malam ini,” ujar Raja Bayu.

Ia bahkan menawarkan hadiah uang tunai sebesar Rp5 juta bagi jamaah yang mampu menunjukkan hafalan Al-Qur’an. Namun hingga pertanyaan diturunkan dari lima juz hingga satu juz, bahkan juz 30, tidak ada jamaah yang mengaku hafal.

“Empat juz tidak ada juga? Paling sedikit satu juz saja. Ada yang hafal juz 30? Yang hafal nanti kami kasih hadiah lima juta malam ini. Ada tidak?” katanya kepada jamaah.

Setelah beberapa kali pertanyaan diajukan dan tidak ada yang maju, Raja Bayu mengaku merasa prihatin dengan kondisi tersebut.

“Sedih juga kita malam ini. Ternyata tidak ada yang hafal Al-Qur’an. Tapi mudah-mudahan ke depannya kita bisa menjadi penghafal Al-Qur’an,” ucapnya.

Ia kemudian mengusulkan agar ke depan pemerintah daerah menggelar program khusus untuk mendorong lahirnya para penghafal Al-Qur’an di Anambas.

“Mungkin, Pak Sekda, malam Nuzulul Qur’an ke depan kita adakan perlombaan saja. Yang hafal Al-Qur’an lima juz, satu putra dan satu putri nanti kita umrohkan,” sebut Raja Bayu.

Dalam sambutannya, Raja Bayu juga menyoroti sikap sebagian masyarakat yang berada di luar masjid saat acara berlangsung.

Menurutnya, masih ada warga yang terlihat santai di luar masjid, bahkan merokok dan minum kopi saat kegiatan berlangsung.

“Bapak-bapak dan ibu-ibu yang berada di luar sana santai-santai saja, merokok, ngopi di luar, cuek saja. Sepertinya sudah kebiasaan. Mungkin datang ke masjid ini hanya untuk absen saja,” tuturnya.

Meski demikian, Raja Bayu menegaskan bahwa peringatan Nuzulul Qur’an seharusnya menjadi momentum bagi masyarakat untuk kembali menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.

“Al-Qur’an mengajarkan kita tentang persaudaraan, keadilan, amanah, kerja keras, dan tanggung jawab. Nilai-nilai inilah yang harus kita jadikan pondasi dalam membangun Kabupaten Kepulauan Anambas,” terangnya.

Ia juga menekankan pentingnya memperkuat ukhuwah dan sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam pembangunan daerah.

“Ukhuwah bukan hanya persaudaraan dalam arti sempit, tetapi persaudaraan dalam keberagaman, antarumat, antar lembaga, antar perangkat daerah, serta antara pemerintah dan masyarakat. Tanpa persatuan dan kebersamaan, mustahil pembangunan dapat berjalan optimal,” jelasnya.

Menurutnya, sebagai daerah kepulauan yang memiliki potensi besar di bidang kelautan, pariwisata, dan perikanan, Anambas membutuhkan semangat kebersamaan untuk mengoptimalkan seluruh potensi tersebut.

“Mari kita jadikan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai spirit pembangunan, dengan kejujuran dalam bekerja, amanah dalam jabatan, keadilan dalam kebijakan, dan kepedulian terhadap sesama,” katanya.

Melalui momentum Nuzulul Qur’an, ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk lebih rajin membaca, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

“Semoga Allah SWT senantiasa membimbing langkah kita dan memberkahi setiap ikhtiar pembangunan yang kita lakukan,” pungkasnya.(Ven)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini