
Suarasatu.co, Anambas – Warga Tarempa dan sekitarnya diminta bersiap menghadapi pemadaman listrik sementara hingga tujuh jam pada Sabtu (11/4/2026).
Pemadaman ini dilakukan seiring lanjutan proyek pemasangan kabel tanah Saluran Kabel Tegangan Menengah (SKTM) yang tengah dikerjakan PLN ULP Anambas.
PLN menjadwalkan penghentian pasokan listrik mulai pukul 09.00 hingga 16.00 WIB.
Adapun wilayah yang terdampak meliputi Tanjung Momong dan Kelurahan Tarempa.
Kepala PLN ULP Anambas, Ryan Saputra, menegaskan bahwa pekerjaan tersebut merupakan langkah strategis untuk meningkatkan keandalan sistem kelistrikan di wilayah tersebut.
“Pemadaman ini memang tidak bisa dihindari karena kami sedang melakukan pekerjaan penting untuk memperkuat jaringan. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan,” ujar Ryan saat dikonfirmasi, Jumat (10/4/2026).
Ia menjelaskan, selain pemasangan kabel tanah, pihaknya juga melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap mesin pembangkit sebagai langkah antisipasi menghadapi musim kemarau yang berpotensi meningkatkan beban listrik.
“Kami sekaligus melakukan pengecekan mesin karena kondisi cuaca semakin panas. Ini penting untuk mencegah gangguan yang bisa menyebabkan pemadaman mendadak,” katanya.
Ryan mengungkapkan, proyek pemasangan kabel tanah SKTM dilakukan secara bertahap mengingat keterbatasan sistem kelistrikan di Anambas yang masih bergantung pada satu sumber utama.
“Saat ini jaringan baru terpasang dari PLTD hingga Tanjung Momong. Karena sistem kita belum bisa dimanuver, maka pekerjaan harus disertai pemadaman secara berkala,” jelasnya.
Ia menambahkan, proyek ini sebelumnya sempat tertunda, namun kini kembali dilanjutkan setelah memperoleh izin dari PLN Tanjungpinang.
Pihaknya pun menargetkan pekerjaan segera rampung dalam waktu dekat.
“Jika tidak ada kendala, ini menjadi pemadaman terakhir untuk pekerjaan pemasangan kabel tanah SKTM,” ungkap Ryan.
Dalam pelaksanaannya, PLN juga melakukan penyesuaian jalur pemasangan. Rencana awal yang akan melewati bawah Jembatan Selayang Pandang II dibatalkan karena pertimbangan teknis.
“Konstruksi jembatan tidak memungkinkan untuk dibor karena berisiko merusak struktur, sehingga jalur kami alihkan,” ujarnya.
Sebagai solusi, PLN membagi jaringan ke dalam tiga penyulang, yakni feeder Maninjau, Toba, dan Singkarak, dengan total panjang kabel mencapai 1,5 kilometer.
Feeder Maninjau akan melayani wilayah dari PLTD hingga Kampung Melayu, Arung Hijau, dan Rintis.
Sementara feeder Toba mencakup pusat Kota Tarempa, dan feeder Singkarak melayani wilayah Dusun hingga Air Bini.
Melalui proyek ini, PLN berharap gangguan listrik dapat ditekan, terutama yang selama ini kerap dipicu faktor eksternal seperti vegetasi di sekitar jaringan.
“Kami berharap masyarakat dapat mendukung proses ini agar sistem kelistrikan semakin andal dan pelayanan ke pelanggan semakin baik,” tutup Ryan.(Ven)
















