Menag Hadiri Isra Mikraj di Kepri, BAZNAS Salurkan Bantuan Rp1,487 Miliar

0
3

Suarasatu.co, Tanjungpinang – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menggelar peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW Tahun 1447 H/2026 M di Halaman Gedung Daerah Tanjungpinang, Rabu (14/1/2026) malam. Acara berlangsung khidmat dan dihadiri langsung oleh Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA.

Dalam kegiatan tersebut, turut hadir Gubernur Kepri H. Ansar Ahmad, Wakil Gubernur Nyanyang Haris Pratamura, Wakil Wali Kota Tanjungpinang Raja Ariza, Ketua BKMT Kepri Hj. Dewi Kumalasari Ansar, Ketua BKOW Kepri Nenny Dwiyana Nyanyang, jajaran Forkopimda Kepri, serta ratusan jamaah dan perwakilan ibu-ibu BKMT se-Kepri.

Acara diawali dengan penyerahan bantuan dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kepri yang diserahkan langsung oleh Menag Nasaruddin Umar didampingi Gubernur Ansar dan Wakil Gubernur Nyanyang. Total bantuan yang disalurkan mencapai Rp1.487.000.000 melalui empat program utama.

Rinciannya, Program Kepri Cerdas berupa beasiswa senilai Rp1.178.000.000 untuk 277 penerima manfaat. Kemudian Program Kepri Taqwa berupa bantuan pembangunan/renovasi masjid dan musala sebesar Rp300.000.000 untuk 30 lokasi. Selain itu, ada Program Kepri Makmur berupa bantuan UMKM Rp7.000.000 untuk dua penerima, dan Program Kepri Peduli berupa bantuan nafkah Rp2.000.000 untuk dua penerima.

Dalam sambutannya, Menag Nasaruddin Umar menegaskan bahwa Isra Mikraj bukan sekadar peristiwa spiritual, melainkan momen untuk menanamkan nilai moderasi dan toleransi, terutama di daerah majemuk seperti Kepri.

“Isra Mikraj mengajarkan umat beragama untuk hidup damai, saling menghormati, dan menjaga harmoni sosial. Nilai-nilai ini sangat penting untuk kita pegang teguh dalam kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Ansar Ahmad menyampaikan rasa syukur karena selama tiga tahun berturut-turut Kepri berhasil menjaga dan meningkatkan Indeks Kerukunan Umat Beragama (IKUB). Pada tahun 2025, IKUB Kepri mencapai 83,68 poin atau naik 1,47 poin dibanding tahun 2024 (82,21 poin). Capaian ini menempatkan Kepri di peringkat ketiga regional Sumatera dan masuk klaster atas secara nasional.

“Dengan keberagaman suku, budaya, dan agama, kita bisa hidup rukun, tenang, dan damai. Ini adalah modal sosial yang sangat berharga untuk membangun daerah,” kata Ansar.

Gubernur Ansar juga menekankan bahwa peringatan Isra Mikraj harus menjadi momentum memperkuat keimanan, akhlak, dan kepedulian sosial. Nilai-nilai peristiwa tersebut harus tercermin dalam sikap disiplin, kejujuran, dan kebersamaan sehari-hari.

“Isra Mikraj mengajarkan pentingnya salat sebagai pondasi akhlak, yang akan melahirkan masyarakat yang rukun, beretika, dan bertanggung jawab,” tutupnya.(*Ian)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini