Diduga Keracunan Makanan MBG, Wabup Anambas Minta Dapur Ditutup Sementara

0
11
Wakil Bupati Anambas, Raja Bayu Febri Gunadian meninjau korban diduga Keracunan di RSUD Palmatak, (Foto: Istimewa)

Suarasatu.co, Anambas – Wakil Bupati Kepulauan Anambas, Raja Bayu Febri Gunadian, turun langsung meninjau para siswa yang diduga mengalami keracunan makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), Rabu (15/4/2026) malam.

Peninjauan dilakukan di RSUD Palmatak bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Kepulauan Anambas, Sahtiar, serta jajaran kepala dinas terkait.

Kunjungan tersebut bertujuan memastikan kondisi korban sekaligus memantau penanganan medis yang diberikan.

Raja Bayu menyampaikan keprihatinannya atas peristiwa yang menimpa para siswa tersebut. Ia menegaskan, pemerintah daerah akan serius menangani kasus ini hingga tuntas.

“Kami pemerintah daerah sangat prihatin terhadap para korban, khususnya siswa-siswa kita yang terindikasi keracunan dari hidangan program Makan Bergizi Gratis (MBG),” ujarnya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

“Kami minta kepada masyarakat untuk tidak panik dan tidak termakan isu-isu yang belum jelas. Pemerintah saat ini sedang bekerja menelusuri penyebab kejadian ini,” katanya.

Menurutnya, pemerintah daerah telah menginstruksikan dinas terkait untuk melakukan pengecekan secara menyeluruh guna mengetahui sumber permasalahan.

“Kami sudah menekankan kepada dinas terkait untuk segera melakukan pengecekan, agar diketahui secara pasti kesalahan atau penyebabnya ada di mana,” tegasnya.

Berdasarkan data sementara, jumlah korban yang terdampak diperkirakan mencapai sekitar 135 orang, yang terdiri dari siswa dan beberapa orang tua.

“Untuk sementara, perkiraan korban yang terdampak, termasuk siswa dan orang tua, mencapai sekitar 135 orang,” ungkapnya.

Adapun menu makanan dalam program MBG yang dikonsumsi saat kejadian terdiri dari telur semur, sayur kol dan wortel, serta buah mata kucing.

Sebagai langkah antisipasi, pemerintah daerah akan menghentikan sementara operasional dapur MBG yang diduga terkait dengan insiden tersebut hingga hasil pemeriksaan selesai dilakukan.

“Untuk dapur MBG yang bersangkutan, akan kami minta ditutup sementara sampai ada kejelasan dari dinas terkait,” jelasnya.

Ia menegaskan, pemerintah daerah berkomitmen untuk mengusut tuntas peristiwa ini dan menyampaikan hasilnya secara terbuka kepada masyarakat.

“Kami akan mencari tahu permasalahan ini dan menyampaikannya secara terbuka serta transparan kepada masyarakat,” tandasnya.(Ven)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini