Dinkes Anambas Kirim Sampel Makanan ke BPOM, Usut Dugaan Keracunan MBG

0
9
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes Anambas, Feri Oktavia, (Foto: Istimewa)

Suarasatu.co, Anambas – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kepulauan Anambas akan mengirim sampel makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan massal ke Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Batam untuk dilakukan pengujian laboratorium.

Langkah ini dilakukan guna memastikan penyebab pasti insiden yang menimpa puluhan siswa dari berbagai jenjang pendidikan serta sejumlah orang tua di Kecamatan Siantan Tengah.

Para korban sebelumnya dilaporkan mengalami gejala keracunan, seperti mual, muntah, dan sakit perut, setelah mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Pangan Intan Permata.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes Anambas, Feri Oktavia, mengatakan pengujian lanjutan di BPOM diperlukan untuk melengkapi hasil pemeriksaan awal yang telah dilakukan di lapangan.

“Untuk sampel bahan makanan, besok Jumat akan kami kirim ke Batam untuk diperiksa di BPOM agar hasilnya lebih lengkap,” ujar Feri, saat dikinfirmasi, Kamis (16/4/2026).

Ia menjelaskan, pemeriksaan awal menggunakan sanitarian kit hanya mampu mendeteksi empat parameter dasar, sehingga belum dapat memastikan secara rinci kandungan yang menjadi penyebab keracunan.

“Pemeriksaan dengan sanitarian kit memang sudah kami lakukan. Namun alat tersebut hanya bisa melihat empat parameter dan sebatas mendeteksi ada atau tidaknya zat tertentu. Sementara di BPOM, pemeriksaannya lebih lengkap untuk memastikan penyebabnya,” jelasnya.

Feri menegaskan, hasil uji laboratorium dari BPOM nantinya akan menjadi dasar dalam menentukan langkah penanganan lanjutan, termasuk evaluasi terhadap penyelenggaraan program MBG di wilayah tersebut.

“Makanya sampel ini kami kirim agar bisa diketahui secara pasti dan tervalidasi penyebab keracunan yang terjadi,” tambahnya.

Sementara itu, perkembangan penanganan korban menunjukkan kondisi yang semakin membaik.

Berdasarkan data Dinkes, mayoritas pasien sudah diperbolehkan pulang setelah mendapatkan perawatan medis.

Di RSUD Palmatak, dari total 114 pasien, sebanyak 110 orang telah dipulangkan, sedangkan empat orang masih menjalani perawatan.

Sementara di Puskesmas Siantan Tengah, dari total 41 pasien, 39 orang telah diperbolehkan pulang dan dua orang lainnya masih dirawat.

Feri memastikan, pasien yang masih menjalani perawatan tidak dalam kondisi serius, melainkan masih mengalami gejala ringan.

“Pasien yang masih dirawat bukan dalam kondisi parah. Biasanya masih merasakan sakit perut, mual, atau muntah, sehingga belum bisa dipulangkan,” pungkasnya. (Ven)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini