
Suarasatu.co, Anambas – Kawasan mangrove di Desa Piabung, Kecamatan Palmatak, Kabupaten Kepulauan Anambas, kembali menjadi perhatian setelah aktivitas penebangan disebut meluas dalam beberapa pekan terakhir.
Warga mempertanyakan tujuan pembukaan kawasan tersebut karena hingga kini belum diketahui secara jelas rencana pemanfaatannya.
Pemerintah desa juga disebut belum menerima laporan mengenai rencana pembangunan di lokasi tersebut.
Ketua RT 008 RW 002 Desa Piabung, Sarina, mengatakan penebangan sebenarnya telah berlangsung sekitar dua bulan lalu. Namun, menurut dia, kawasan yang dibuka awalnya tidak seluas kondisi belakangan ini.
“Iya, benar ada penebangan mangrove. Saya kurang tahu jelas mau dibangun apa di kawasan tersebut,” kata Sarina, saat dikonfirmasi awak media, Selasa (9/9/2026).
Ia mengatakan pihak yang melakukan aktivitas tersebut diketahui membangun rumah tidak jauh dari kawasan mangrove.
Kepada warga, yang bersangkutan sempat menyampaikan alasan adanya hama yang menyebabkan rasa gatal.
Namun, alasan tersebut tidak serta-merta meredakan kekhawatiran warga. Penebangan yang sebelumnya hanya dilakukan dalam skala kecil kini disebut semakin meluas.
“Aktivitas dia itu sudah pernah ditegur. Lama-kelamaan masyarakat di sini bilang, kok makin luas kawasan penebangannya,” ujarnya.
Sarina mengaku sebagai ketua RT dirinya belum pernah menerima laporan mengenai rencana pembangunan ataupun pemanfaatan kawasan tersebut.
Ia kemudian menyampaikan persoalan itu kepada pemerintah Desa Piabung untuk ditindaklanjuti.
“Saya sudah beritahu juga ke kantor desa harus bagaimana menindaklanjutinya, apakah nanti dipanggil atau seperti apa,” katanya.
Ia menambahkan, teguran terhadap aktivitas tersebut sebelumnya sudah pernah dilakukan.
Namun, menurut Sarina, pihak yang bersangkutan tetap bersikukuh melanjutkan kegiatannya.
Selain soal penebangan, warga juga mempertanyakan status kawasan yang dibuka.
Sarina mengatakan berdasarkan informasi yang diketahuinya, lokasi tersebut bukan merupakan lahan darat milik pihak yang melakukan penebangan, melainkan area laut yang telah ditimbun.
“Setahu kami itu bukan tanahnya. Itu laut yang ditimbun,” ucapnya.
Sarina juga menyebut adanya informasi mengenai dugaan transaksi jual beli lahan di sekitar kawasan tersebut. Namun, ia menegaskan informasi itu masih perlu ditelusuri dan diverifikasi lebih lanjut.
“Infonya ada juga jual beli tanah di situ. Cobalah nanti ditelusuri lebih jauh,” pungkasnya. (Ven)
















