Kabut Asap Kiriman Kalimantan Hampir 2 Pekan, Kasus ISPA di Anambas Masih Stabil

0
13
Kepala Dinkes Anambas, Feri Oktavia, mengatakan jumlah kasus ISPA mengalami naik turun dan belum menunjukkan peningkatan yang mengkhawatirkan, Senin (7/9/2026) (Foto:Suarasatu.co/Noven)

Suarasatu.co, Anambas – Kabut asap kiriman dari Kalimantan yang menyelimuti Kabupaten Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau, hampir dua pekan belum memicu lonjakan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kepulauan Anambas mencatat 114 kasus ISPA pada minggu ke-35.

Jumlah tersebut masih berada dalam kategori normal dan belum memenuhi indikator kewaspadaan dini maupun kejadian luar biasa (KLB).

Kepala Dinkes Anambas, Feri Oktavia, mengatakan jumlah kasus ISPA di daerah tersebut memang mengalami naik turun, tetapi sejauh ini belum menunjukkan peningkatan yang mengkhawatirkan.

“Kasus ISPA tidak ada peningkatan. Masih stabil. Kasusnya fluktuatif, ada naik dan turunnya,” kata Feri, saat diwawancarai, Senin (7/9/2026).

Berdasarkan pemantauan melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR), kondisi kasus ISPA di Anambas juga belum ditetapkan sebagai kewaspadaan dini.

Feri menyebutkan, angka 114 kasus pada minggu ke-35 bahkan lebih rendah dibandingkan catatan pada minggu ke-32 yang mencapai 132 kasus.

“Ini masih kategori normal atau biasa, belum masuk kategori kewaspadaan atau kejadian luar biasa,” ujarnya.

Menurut Feri, munculnya kasus ISPA tidak serta-merta disebabkan kabut asap.

Penyakit tersebut memang sudah ditemukan di masyarakat sebelum kabut asap kiriman Kalimantan terjadi.

“Tidak ada kabut asap pun, sudah ada kasus ISPA,” ungkapnya.

Meski demikian, Dinkes Anambas tetap melakukan langkah antisipasi terhadap dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla), termasuk dengan menerbitkan surat edaran Bupati Kepulauan Anambas terkait karhutla.

Selain itu, seluruh fasilitas pelayanan kesehatan (faskes) di Anambas disiapkan untuk menangani masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan.

“Setiap faskes kami siap untuk menangani kasus ISPA,” jelas Feri.

Di sisi lain, kondisi kabut asap yang sebelumnya dirasakan di Anambas kini mulai berangsur berkurang.

Kondisi kualitas udara juga disebut mulai membaik dengan indeks kualitas udara berada di bawah angka 100.

Perbaikan kondisi tersebut turut dipengaruhi hujan lebat yang mengguyur wilayah Kalimantan.

“Kondisi saat ini juga sudah berangsur berkurang asapnya. Kualitas udara juga sudah mulai menurun, sudah di bawah 100 dari data indeks udara. Pun di Kalimantan sudah turun hujan lebat,” ucapnya.

Hingga saat ini, Dinkes Anambas juga belum menemukan kasus ISPA akut akibat kondisi tersebut.

“Sampai saat ini belum ada kasus ISPA akut,” tegasnya.

Kondisi ini membuat Dinkes masih menempatkan situasi kesehatan masyarakat akibat kabut asap dalam kategori normal, sembari tetap melakukan pemantauan melalui SKDR dan layanan kesehatan di seluruh wilayah Anambas. (Ven)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini