
Suarasatu.co, Anambas – Puluhan pelajar di Kabupaten Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau, adu strategi di atas papan catur.
Sebanyak 46 peserta mengikuti Turnamen Catur Pelajar Anambas yang digelar Paguyuban Sosial Masyarakat Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kabupaten Kepulauan Anambas, Sabtu-Minggu (22-23/8/2026).
Kompetisi yang berlangsung selama dua hari itu mempertemukan pelajar jenjang SD, SMP hingga SMA dengan batas usia di bawah 20 tahun.
Para peserta berasal dari wilayah Pulau Siantan dan Palmatak. Sementara itu, pelajar dari Jemaja belum dapat mengikuti turnamen perdana tersebut karena terkendala biaya transportasi dan penginapan.
Ketua Panitia Turnamen Catur Pelajar Anambas, Han, mengatakan pihaknya ingin kegiatan tersebut dapat menjangkau seluruh pelajar di Kabupaten Kepulauan Anambas.
“Ini diikuti seluruh pelajar, selain Jemaja karena besarnya biaya transportasi dan penginapan untuk datang ke sini. Mudah-mudahan di waktu berikutnya kami bisa mengundang dan menyiapkan akomodasi peserta,” kata Han.
Han menyebut turnamen tersebut merupakan kegiatan perdana yang digelar PSMTI Anambas. Ia berharap kompetisi catur dapat menjadi agenda rutin, bahkan digelar lebih dari sekali dalam setahun.
“Ini yang pertama. Mudah-mudahan bisa terlaksana secara berkala, baik dua kali setahun atau lebih,” ujarnya.
Menurut Han, catur bukan sekadar permainan untuk mengisi waktu luang. Olahraga tersebut juga melatih konsentrasi dan kemampuan berpikir anak.
Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi alternatif bagi pelajar agar tidak terlalu banyak menghabiskan waktu dengan telepon pintar.
“Dulu pengalaman kami, anak-anak lebih banyak bermain seperti ini karena belum banyak main HP. Mudah-mudahan kegiatan ini bisa mengurangi anak-anak bermain HP,” ucapnya.
Ketua PSMTI Kabupaten Kepulauan Anambas, Benyamin, mengatakan turnamen tersebut digelar untuk memperkenalkan permainan catur kepada anak-anak sejak dini.
Ia menilai catur memiliki banyak manfaat, terutama dalam melatih konsentrasi, kemampuan menyusun strategi, sportivitas, serta semangat untuk terus berkembang.
“Seperti taglinya, tujuan kami menyelenggarakan ini untuk memperkenalkan permainan catur kepada anak-anak sejak dini,” kata Benyamin.
Benyamin berharap catur dapat menjadi kegiatan positif yang mampu mengalihkan perhatian anak-anak dari penggunaan gawai secara berlebihan.
“Diharapkan olahraga catur ini dapat mengisi waktu anak-anak untuk melakukan hal-hal yang bermanfaat dibanding bermain gadget,” ujarnya.
Selain membangun kemampuan berpikir, kompetisi tersebut juga diharapkan membentuk karakter peserta melalui nilai sportivitas dan perjuangan.
“Kegiatan ini kiranya dapat meningkatkan jiwa sportivitas, kecerdasan strategi, nilai perjuangan, dan melatih diri untuk menjadi lebih baik,” kata Benyamin.
Lebih jauh, PSMTI Anambas berharap turnamen perdana tersebut menjadi langkah awal untuk menemukan dan membina bibit atlet catur dari daerah kepulauan itu.
“Ke depannya, dampak panjang yang bisa diperoleh adalah lahirnya cikal bakal atlet catur Anambas untuk mengikuti pertandingan tingkat bergengsi,” ujarnya.
Ketua PSMTI Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Randy Tan, turut hadir dalam turnamen tersebut.
Ia mengapresiasi langkah PSMTI Anambas yang melibatkan pelajar dalam kegiatan olahraga dan pembinaan generasi muda.
Randy melihat antusiasme peserta menjadi modal penting untuk mengembangkan kegiatan tersebut secara berkelanjutan.
“Sebagai Ketua PSMTI Kepri, saya mengapresiasi kegiatan PSMTI Anambas yang melibatkan pelajar di Anambas ini,” kata Randy.
Menurutnya, turnamen seperti ini memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk mengembangkan kemampuan dan membangun kompetensi diri sejak usia muda.
“Saya melihat anak-anak begitu antusias sekali mengikutinya sehingga nantinya punya bekal keahlian atau kompetensi diri,” ungkapnya.
Randy berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada penyelenggaraan perdana. Ia mendorong agar turnamen catur pelajar dapat menjadi agenda rutin karena manfaatnya tidak hanya berkaitan dengan olahraga.
“Ini tradisi yang sangat positif dan perlu dilakukan secara kontinu mengingat manfaatnya yang besar,” katanya.
Ia menambahkan, kegiatan seperti ini juga dapat menjadi ruang bagi anak-anak untuk lebih fokus pada aktivitas yang positif di tengah semakin maraknya penggunaan gadget.
“Anak-anak jadi lebih fokus pada hal yang positif dan menghindari penggunaan gadget yang kian marak,” pungkas Randy. (Ven)
















