
Suarasatu.co, Anambas – Gangguan listrik yang terjadi berhari-hari ikut berdampak pada layanan digital Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau.
Server Network Operation Center (NOC) yang menjadi pusat layanan jaringan dan data pemerintah daerah mengalami gangguan hingga tidak dapat beroperasi normal.
Kondisi tersebut terjadi saat jam kerja pada Rabu (26/8/2026). Sejumlah perangkat daerah yang layanan jaringan dan datanya terintegrasi dengan NOC Diskominfotik Kabupaten Kepulauan Anambas ikut terdampak.
Kepala Diskominfotik Kabupaten Kepulauan Anambas, Abdul Kadir, mengatakan gangguan terjadi setelah pasokan listrik terputus dalam durasi cukup lama.
Menurut dia, pemadaman listrik selama 4 hingga 5 jam membuat daya cadangan yang tersedia tidak mampu menopang operasional server NOC.
“Kalau listrik padam sampai empat jam itu menyebabkan gangguan terhadap server NOC. Memang kita ada backup daya menggunakan mesin genset, tetapi saat ini mesin genset mengalami kerusakan sehingga sementara hanya bertumpu pada listrik PLN,” kata Abdul Kadir, saat dihubungi, Kamis (27/8/2026).
Selain genset yang bermasalah, daya baterai Uninterruptible Power Supply (UPS) juga tidak mencukupi untuk menjaga server tetap beroperasi selama pemadaman berlangsung.
Akibatnya, gangguan tidak hanya memengaruhi jaringan internal pemerintah daerah, tetapi juga sejumlah layanan dan aplikasi digital yang digunakan perangkat daerah maupun masyarakat.
Beberapa layanan yang terdampak di antaranya Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS), SISKEUDES, SISWASKEUDES, JDIH, PPID, WBS, serta sejumlah website perangkat daerah yang dikelola Diskominfotik Anambas.
Abdul Kadir menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat dan perangkat daerah yang mengalami kendala akibat gangguan tersebut.
“Kami menyampaikan permohonan maaf atas gangguan layanan jaringan dan data yang terjadi. Kondisi ini merupakan dampak dari pemadaman listrik yang menyebabkan server NOC tidak dapat beroperasi secara normal karena dukungan daya UPS tidak mencukupi,” ujarnya.
Diskominfotik, kata dia, terus memantau kondisi infrastruktur jaringan dan server sembari menunggu dukungan pasokan listrik kembali normal.
Pihaknya juga akan melakukan pengecekan dan perbaikan terhadap mesin genset agar dapat kembali digunakan sebagai sumber daya cadangan.
“Untuk mengantisipasi gangguan ini agar tidak berulang, kami akan cek kembali kondisi mesin genset dan melakukan perbaikan supaya server NOC tetap teraliri listrik. Dengan begitu, layanan jaringan dan data bisa lebih aman dan berjalan normal,” jelas Kadir.
Di sisi lain, Abdul Kadir berharap kepada PLN untuk dapat mengkondisikan layanan listrik semaksimal mungkin, termasuk pengurangan durasi padam kurang dari empat jam.
“Mudah-mudahan PLN bisa maksimalkan layanan listriknya, supaya tidak mengganggu layanan digital pemerintah daerah,” sebutnya.
Ia pun meminta masyarakat dan seluruh perangkat daerah dapat memahami kondisi tersebut.
Diskominfotik, sebutnya, akan berupaya meminimalkan dampak gangguan terhadap aktivitas pemerintahan dan pelayanan publik.
“Kami mengimbau masyarakat dan seluruh perangkat daerah untuk dapat memahami kondisi ini. Kami akan terus berupaya memberikan pelayanan informasi dan komunikasi yang terbaik serta meminimalkan dampak gangguan terhadap aktivitas pelayanan pemerintahan,” ucapnya. (Ven)
















