Puluhan Siswa di Siantan Tengah Diduga Keracunan MBG, RSUD Palmatak Diserbu Pasien

0
632
Sejumlah siswa di Kecamatan Siantan Tengah, Kabupaten Anambas terbaring mendapatkan perawatan medis setelah diduga keracunan menyantap makanan program MBG di RSUD Palmatak, Rabu, 15/4/2026. (Foto: Istimewa)

Suarasatu.co, Anambas – Kepanikan melanda Kecamatan Siantan Tengah, Kabupaten Kepulauan Anambas, Rabu (15/4/2026).

Puluhan siswa dari berbagai jenjang pendidikan dilarikan ke rumah sakit setelah diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Para siswa mengeluhkan gejala seperti sakit perut, muntah, hingga pusing.

Kondisi tersebut membuat tenaga kesehatan bergerak cepat mengevakuasi para korban ke RSUD Palmatak untuk mendapatkan penanganan medis.

Direktur RSUD Palmatak, Iswarijaya, mengungkapkan pihaknya pertama kali menerima laporan dari orang tua siswa pada sore hari.

“Kami menerima laporan sekitar pukul 15.00 WIB dari para orang tua yang menyampaikan anak-anaknya mengalami sakit perut, pusing, dan muntah-muntah,” ujarnya, saat dikonfirmasi Suarasatu.co.

Mendapat laporan tersebut, pihak rumah sakit langsung mengerahkan ambulans ke lokasi untuk menjemput para siswa.

“Saya perintahkan staf membawa ambulans ke lokasi untuk menjemput pasien anak-anak itu agar segera dibawa ke RSUD Palmatak,” katanya.

Dari penelusuran awal, para siswa diduga mengalami gejala tersebut setelah menyantap makanan yang disediakan di sekolah melalui program MBG.

“Informasi yang kami gali, mereka mengalami keluhan setelah mengonsumsi makanan dari sekolah,” ungkap Iswarijaya.

Jumlah pasien yang awalnya dilaporkan hanya 11 orang, kini melonjak tajam.

Hingga menjelang malam, tercatat sebanyak 73 orang telah mendapatkan perawatan di RSUD Palmatak.

“Awalnya laporan yang kami terima ada 11 anak, terdiri dari TK/PAUD, SD, dan SMP. Namun sekarang jumlah pasien yang masuk ke RSUD sudah mencapai 73 orang,” jelasnya.

Ia menambahkan, suasana di RSUD Palmatak saat ini sangat ramai karena pasien terus berdatangan.

“Kondisi di RSUD saat ini cukup ramai, dan jumlah pasien masih terus bertambah,” katanya.

Meski demikian, pihak rumah sakit belum dapat memastikan diagnosis pasti karena proses pemeriksaan masih berlangsung.

“Untuk hasil diagnosis belum bisa dipastikan karena dokter masih memeriksa setiap pasien yang datang,” ujarnya.

Namun, dugaan sementara mengarah pada keracunan makanan.

“Sementara ini kami mencurigai para pasien mengalami keracunan setelah menyantap makanan dari sekolah,” tambahnya.

Sementara itu, Puskesmas Siantan Tengah dilaporkan tidak mampu lagi menampung pasien karena keterbatasan tempat tidur.

“Informasinya Puskesmas Siantan Tengah sudah penuh, karena mayoritas pasien berasal dari wilayah tersebut,” ungkapnya.

Tak hanya siswa, sejumlah guru dan orang tua juga dilaporkan mengalami gejala serupa.

“Hingga saat ini, informasinya terdapat empat orang tua yang turut diduga terdampak,” pungkasnya.

Pihak terkait diharapkan segera melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kejadian ini, sekaligus mengevaluasi pelaksanaan program MBG agar insiden serupa tidak terulang.(Ven)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini