
Suarasatu.co, Anambas – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan pelajar dari Kabupaten Kepulauan Anambas.
Dua siswa SMA Negeri 1 Palmatak berhasil lolos seleksi Program Bina Antar Budaya yang diselenggarakan melalui dukungan SKK Migas dan Prime Natuna EP.
Mereka akan mewakili Provinsi Kepulauan Riau dalam kegiatan tingkat nasional di Jakarta.
Kedua siswa tersebut adalah Laura Nandifa dan Kristian Abigael. Mereka terpilih setelah melalui proses seleksi yang cukup ketat bersama ribuan pelajar dari berbagai daerah di Indonesia.
Laura mengungkapkan, keberhasilan tersebut menjadi kebanggaan tersendiri karena kesempatan serupa masih tergolong jarang diperoleh pelajar di Anambas.
“Jujur senang banget karena bisa dibilang di sini sangat jarang ada program seperti ini. Jadi ketika mendapatkan kesempatan ini, rasanya seperti sebuah pencapaian yang cukup besar,” ujar Laura, saat diwawancarai, Minggu (14/6/2026).
Ia menjelaskan, proses seleksi diawali dengan pengisian formulir serta melengkapi berbagai persyaratan, seperti nilai rapor dan alasan mengikuti program.
Setelah itu, peserta menunggu hasil seleksi yang diumumkan langsung oleh panitia melalui pesan pribadi.
“Dari SMA Negeri 1 Palmatak yang ikut seleksi sekitar 14 siswa, tetapi yang lolos hanya dua orang. Secara nasional informasinya hampir 3.000 siswa mengikuti seleksi dan yang terpilih hanya 38 siswa,” katanya.
Selama mengikuti kegiatan di Jakarta, Laura dan Kristian akan menjalani berbagai agenda selama satu minggu.
Mereka dijadwalkan mengunjungi sejumlah lokasi edukatif, termasuk Fakultas Teknik Universitas Indonesia dan Museum SKK Migas, serta mengikuti berbagai kegiatan pengembangan wawasan kebangsaan dan budaya.
Menurut Laura, kegiatan tersebut juga akan dihadiri sejumlah tokoh nasional, termasuk Menteri Kebudayaan.
Tak hanya belajar dan bertukar pengalaman, para peserta juga akan memperkenalkan budaya daerah masing-masing pada malam penutupan kegiatan.
“Kalau kami dari Anambas akan menampilkan tarian daerah dan mempromosikan pakaian adat Melayu,” ungkapnya.
Laura berharap Program Bina Antar Budaya dapat terus berlanjut setiap tahun sehingga semakin banyak pelajar dari Kepulauan Riau, khususnya Anambas, yang mendapat kesempatan serupa.
Sementara itu, Wakil Bupati Kepulauan Anambas, Raja Bayu, menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas pencapaian dua pelajar tersebut.
“Kami dari pemerintah daerah sangat bangga. Dari sekitar 3.000 peserta se-Indonesia yang lolos hanya 38 siswa, dan dua di antaranya berasal dari Kabupaten Kepulauan Anambas,” kata Raja Bayu.
Menurutnya, keberhasilan tersebut membuktikan bahwa pelajar dari daerah terluar tetap mampu bersaing dengan siswa dari kota-kota besar di Indonesia.
“Ini menjadi kebanggaan bagi pemerintah daerah dan seluruh masyarakat Anambas. Walaupun kita berada di ujung utara Indonesia, anak-anak kita tidak kalah bersaing dengan yang ada di kota besar,” jelasnya.
Raja Bayu juga menekankan pentingnya menjaga dan melestarikan budaya Melayu sebagai identitas masyarakat Anambas.
“Budaya merupakan identitas kita. Mudah-mudahan budaya Melayu yang kita miliki selalu terjaga dan terus dilestarikan oleh generasi muda,” pungkasnya.(Ven)
















