Petani Anambas Sumringah, SPPG Desa Tarempa Barat Pesan Sayur untuk Program MBG

0
18
Petani Desa Tarempa Selatan, Edi, saat memanen sayur sawi sebagai bahan baku penyediaan makanan bergizi SPPG Desa Tarempa Barat, Senin (27/7/2026). (Foto:Suarasatu.co/Noven)

Suarasatu.co, Anambas – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai memberi dampak positif bagi petani di Kabupaten Kepulauan Anambas.

Hasil pertanian warga dibeli oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Tarempa Barat sebagai bahan baku penyediaan makanan bergizi.

Petani Desa Tarempa Selatan, Edi, mengatakan pesanan tersebut menjadi yang pertama diterima dari dapur MBG yang beroperasi di Kecamatan Siantan itu.

“Iya benar, ada permintaan sayur sawi dari SPPG Desa Tarempa Barat. Ini baru perdana. Selama ini memang belum pernah ada dapur MBG yang pesan hasil pertanian ke kami,” kata Edi, Selasa (28/7/2026).

Pada pemesanan perdana itu, SPPG membeli 25 kilogram sayur sawi. Bagi Edi, jumlah tersebut cukup berarti karena hasil panen yang sebelumnya hanya mengandalkan pasar kini memiliki saluran pemasaran baru.

“Kami tentu senang, hasil pertanian kami dibeli, apalagi untuk program MBG yang manfaatnya langsung dirasakan anak-anak,” ujarnya.

Menurut Edi, selama ini penjualan hasil panen bergantung pada permintaan pasar yang tidak menentu.

Volume pembelian relatif kecil sehingga sayuran yang telah siap panen kerap harus menunggu lebih lama untuk terjual.

Berbeda dengan SPPG yang memesan dalam jumlah lebih besar.

“Kalau SPPG pesan, jumlahnya lebih banyak dibandingkan pasar. Ini menjadi nilai plus buat kami para petani,” ucapnya.

Ia berharap kerja sama tersebut tidak berhenti pada pesanan perdana.

Keberlanjutan permintaan dinilai dapat membantu meningkatkan penyerapan hasil panen sekaligus memberi kepastian pasar bagi petani lokal.

“Kami berharap permintaan hasil pertanian ini bisa terus berlanjut dan tidak hanya sekali ini saja,” ungkapnya.

Edi mengungkapkan, pada awalnya pihak SPPG juga berencana memesan komoditas pertanian lainnya. Namun, hingga kini baru sayur sawi yang tersedia sesuai kebutuhan.

Meski begitu, ia memastikan para petani siap menyesuaikan produksi apabila kebutuhan dapur MBG terus meningkat.

“Kalau ke depan permintaannya bertambah, kami siap menyediakan sayuran lainnya dan akan lebih fokus bertani untuk memenuhi kebutuhan dapur MBG,” tutupnya. (Ven)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini