Kapal Cepat Fiber Tenggelam Dekat Pulau Bawah Anambas, Pemilik Belum Teridentifikasi

0
132
Sebuah kapal cepat misterius berbahan fiber ditemukan tenggelam dalam kondisi terbalik di perairan dekat Pulau Bawah, Kabupaten Kepulauan Anambas, Rabu (16/9/2026) (Foto:Suarasatu.co/Ist)

Suarasatu.co, Anambas – Sebuah kapal cepat berbahan fiber ditemukan tenggelam dalam kondisi terbalik di perairan dekat Pulau Bawah, Kabupaten Kepulauan Anambas, Rabu (16/9/2026).

Saat ditemukan, kapal tersebut sudah Tidak berawak. Tidak ada barang maupun aktivitas yang terlihat disekitar kapal sehingga identitas serta tujuan pelayarannya belum diketahui.

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Kepulauan Anambas, Agustar mengatakan pihaknya belum mengetahui asal-usul maupun aktivitas kapal tersebut.

“Bisa dibilang kapal misterius karena tidak bertuan. Saat ditemukan sudah tidak ada awak kapal dan tidak ada barang,” kata Agustar kepada Suarasatu.co.

Informasi mengenai kapal itu pertama kali diterima Agustar dari petugas keamanan Pulau Bawah sekitar pukul 07.30 WIB.

Kapal ditemukan di sisi pantai yang menghadap ke barat, dalam kondisi mengapung terbalik.

Sekitar pukul 09.45 WIB, petugas keamanan kembali menghubungi Agustar setelah menerima informasi dari sebuah kapal yang berada di sekitar lokasi.

Pihak tersebut mengaku kapal yang tenggelam merupakan milik bos mereka dan menyampaikan rencana untuk menariknya ke Kijang atau Kuala Maras.

Namun, klaim tersebut belum disertai dokumen kepemilikan.

“Sejauh ini saya belum menerima informasi dari sejumlah pihak terkait bukti atau dokumen kepemilikan dari mereka,” ujar Agustar.

Agustar kemudian meneruskan laporan tersebut kepada sejumlah instansi, termasuk PSDKP, Lanal Tarempa, Satpolairud, Syahbandar dan Basarnas.

Penanganan lebih lanjut, termasuk penelusuran identitas dan asal kapal, diserahkan kepada instansi yang berwenang.

Lokasi penemuan kapal berada di kawasan yang menjadi salah satu jalur pelayaran antarpulau.

Menurut Agustar, kapal-kapal besar, termasuk tanker, juga melintas di kawasan tersebut.

Wilayah perairan sekitar Pulau Bawah dan Pulau Lipung berada pada jalur yang menghubungkan sejumlah daerah seperti Kijang, Batam, Midai dan Jemaja.

Agustar menduga kapal tersebut kemungkinan terbawa gelombang sebelum akhirnya mencapai perairan sekitar Pulau Bawah.

Namun, ia mengatakan penyebab pasti kapal tenggelam belum diketahui.

“Kalau melihat kondisinya, sepertinya kapal itu terdampar karena terbawa ombak. Dari jenis kapalnya juga sepertinya bukan kapal dari Anambas,” katanya.

Hingga kini, belum ada kepastian mengenai pemilik, asal pelayaran, tujuan perjalanan maupun penyebab kapal cepat tersebut tenggelam.

Informasi tersebut masih menunggu pemeriksaan lebih lanjut dari instansi terkait. (Ven)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini