Listrik Padam Hampir 7 Jam, Warga Tanjung Pandak Anambas Keluhkan Ketimpangan Pelayanan PLN

0
18
Potret sebagian kawasan Tanjung Pandak, Desa Nyamuk, Kabupaten Kepulauan Anambas menyala sementara sebagian lainnya padam, khususnya pemukiman RT 03 hingga RT 01, Senin (6/7/2026) malam (Foto:Dok Warga/Suarasatu.co)

Suarasatu.co, Anambas – Warga di kawasan Tanjung Pandak, Sub Desa Nyamuk, Kabupaten Kepulauan Anambas, dibuat kecewa akibat pemadaman listrik yang berlangsung hingga hampir tujuh jam pada, Senin (6/7/2026) malam.

Mereka menilai wilayah tersebut kerap menjadi lokasi pemadaman berkepanjangan dibanding kawasan lain di desa yang sama.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pemadaman mulai terjadi sekitar pukul 17.00 WIB.

Sebelumnya, aliran listrik sempat padam secara menyeluruh selama kurang lebih satu jam.

Namun, setelah listrik kembali menyala, hanya sebagian wilayah yang kembali mengalami pemadaman.

Kawasan daratan RT 3 hingga RT 1 atau yang dikenal sebagai Tanjung Pandak justru kembali gelap, sedangkan wilayah lain tetap dialiri listrik.

Hingga sekitar pukul 23.00 WIB, pasokan listrik di kawasan tersebut belum juga pulih. Kondisi itu membuat warga harus menjalani malam tanpa penerangan selama hampir tujuh jam.

“Kami heran, kenapa yang sering padam hanya wilayah kami. Daerah lain jarang mengalami pemadaman selama ini, sementara di sini bisa berjam-jam,” ujar seorang warga, Junaidi, Selasa (7/7/2026).

Menurutnya, kondisi tersebut bukan kali pertama terjadi.

Kawasan Tanjung Pandak lebih sering mengalami pemadaman bergilir dengan durasi lebih lama dibandingkan wilayah lain di Desa Nyamuk.

Akibat pemadaman tersebut, aktivitas masyarakat pun terganggu.

Selain menghambat kegiatan rumah tangga pada malam hari, listrik yang padam juga membuat warga kesulitan menjalankan usaha kecil, mengisi daya telepon seluler, hingga mengakses layanan komunikasi yang bergantung pada pasokan listrik.

Informasi yang diterima, aebagian kawasan Tanjung Pandak tampak gelap gulita.

Sementara dari kejauhan, lampu-lampu di wilayah lain yang masih mendapat pasokan listrik terlihat memantul di permukaan laut, menciptakan kontras yang jelas antara daerah yang terang dan kawasan yang masih dilanda pemadaman.

Pemandangan tersebut semakin memperkuat keluhan warga bahwa gangguan listrik hanya terjadi di sebagian wilayah, bukan secara merata.

Warga berharap PLN segera memberikan penjelasan terkait penyebab pemadaman yang berlangsung cukup lama itu, sekaligus melakukan evaluasi terhadap sistem distribusi listrik agar gangguan serupa tidak terus berulang di kawasan yang sama.

“Kami tidak tahu apa penyebabnya. Informasi jadwal pemadaman pun tidak ada,” pungkasnya. (Ven)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini