Suarasatu.co, Batam – BP Batam menegaskan komitmen mengubah Batam dari kawasan insentif menjadi platform eksekusi industri tercepat di Asia Tenggara. Hal ini disampaikan Anggota/Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Djemy Francis, saat menghadiri SMF Manufacturing Day Summit 2026 di Marina Bay Sands, Singapura.
Delegasi BP Batam, yang mewakili Kepala BP Batam Amsakar Achmad dan Wakil Kepala Li Claudia Chandra, memperkuat posisi Batam sebagai mitra strategis industri global di era Industry 5.0. Forum ini dihadiri pemimpin industri, regulator, dan investor dunia untuk memetakan arah manufaktur, dengan integrasi Kecerdasan Buatan (AI) dan ketahanan rantai pasok sebagai agenda utama.
Petinggi Singapura, termasuk Presiden SMF Lennon Tan dan Menteri Negara Perdagangan dan Industri Gan Siow Huang, menyepakati kerja sama lintas batas sebagai kunci daya saing kawasan. Fary Djemy Francis menekankan bahwa persaingan investasi kini bergantung pada kecepatan operasional pabrik, bukan insentif terbesar.
“Fokus kami, mempercepat waktu dan menghilangkan ketidakpastian. Investor butuh kepastian tanpa hambatan birokrasi,” tegasnya, pada Minggu, 1/2/2026.
BP Batam juga menggelar pertemuan strategis dengan FDI Advisory United Overseas Bank (UOB) untuk mematangkan daftar investor potensial dan merancang program promosi bersama bagi industri manufaktur teknologi tinggi. Selain itu, program Strategic Mentoring & Investor Insight Lab membekali Duta Investasi dengan kemampuan komunikasi berbasis solusi.
Direktur Investasi BP Batam Dendi Gustinandar, sebagai panelis sesi Batam–Bintan–Karimun, menyatakan reformasi perizinan dan layanan terintegrasi sudah berjalan dengan baik. Dengan penyederhanaan aturan dan infrastruktur yang diperkuat, BP Batam optimistis Batam tetap menjadi pilihan utama ekspansi cepat perusahaan global di Asia Tenggara.(*Dani)

















